Kekerasan seksual terhadap anak masih tinggi di Jateng

PERISTIWA | 24 Juli 2018 04:00 Reporter : Dian Ade Permana

Merdeka.com - Kepala Seksi Perlindungan anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, Siti Ilma Patriyani mengungkapkan kasus kekerasan seksual anak masih menduduki peringkat pertama berada di Semarang. Ironisnya pelakunya ada yang melibatkan orang terdekat.

"Di tahun ini ada temuan kasus inses atau persetubuhan dengan ayah kandung di Semarang. Ada pula kasus persetubuhan sesama anak berusia empat tahun dan lima tahun," ungkap Siti Ilma Patriyani, di Quest Hotel Plampitan, Senin (23/7).

Namun dia belum bisa memerkirakan lonjakan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di tahun ini. Pada 2017 kasus yang melibatkan anak mencapai 1.337 kasus. Sementara tahun ini terdapat 424 kasus.

Ia menegaskan kasus kekerasan terhadap anak saat ini sudah termasuk darurat. "Anak anak di luar sana terancam dari pornografi, narkoba dan kekerasan. Maka perlu dilakukan pencegahan," terangnya.

Untuk mereduksi jumlah kasusnya, tambahnya, masyarakat sudah diminta aktif melapor temuan ke layanan terpadu di 35 kabupaten/kota. "Kami berjejaring banyak pihak untuk menyelesaikan masalah ini ada dinas terkait, lembaga swadaya masyarakat dan peran serta tokoh masyarakat maupun tokoh agama," tuturnya.

Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid mengaku sedang merancang anggaran untuk pemenuhan program penanggulangan kekerasan terhadap anak tersebut. "Kita akan mencari formula yang pas dan siap merangkul para pegiat anak untuk mengatasi perilaku kekerasan terhadap anak," tukasnya. (mdk/ded)


Sekolah TK di India kurung siswa di bawah tanah karena tidak bayar SPP
Kronologi Choirul pukuli bayinya hingga masuk rumah sakit
Tak tahan dengar tangisan, Agus pukuli bayinya hingga masuk rumah sakit
Ke polisi, ayah tiri aniaya balita di Depok ngaku cuma menyentil hidung
Waspada kejahatan pada anak

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.