Kekurangan Oksigen jadi Penyebab 2 Polisi Meninggal Dunia saat Kerusuhan Kanjuruhan

Kekurangan Oksigen jadi Penyebab 2 Polisi Meninggal Dunia saat Kerusuhan Kanjuruhan
Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 REUTERS/Stringer
NEWS | 4 Oktober 2022 11:01 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Dua petugas kepolisian meninggal dunia dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Mereka disebut turut mengalami kekurangan oksigen saat situasi massa yang berdesakan.

"Ya karena desak-desakan, desak-desakan kurang oksigen mengakibatkan sebagian besar kan meninggalnya karena kekurangan oksigen," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (4/10).

Menurut Dedi, kedua polisi tersebut ditemukan bersama massa lainnya yang juga cedera dan bahkan meninggal dunia imbas kondisi berhimpitan antar massa di Stadion Kanjuruhan.

"Gugurnya, itu ditemukannya sama dengan 43 masyarakat yang berhimpitan itu, pintu 12," kata Dedi.

2 dari 2 halaman

Polri masih melakukan pendalaman terkait tragedi Stadion Kanjuruhan. Sejauh ini, ada 28 polisi yang diperiksa atas dugaan pelanggaran etik dalam bertugas.

"Dari hasil pemeriksaan Itsus Itwasum Polri dan Biro Paminal juga melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik anggota Polri sebanyak 28 personel Polri. Ini pun masih dalam proses pemeriksaan," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10).

Selain upaya penegakan sanksi atau punishment, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga memberikan penghargaan alias reward kepada dua anggota Polri yang gugur dalam melaksanakan tugas.

"Dan kemarin dua anggota Polri tersebut sudah dimakamkan secara kedinasan dan sudah dinaikkan pangkat luar biasa anumerta, setingkat lebih tinggi," kata Dedi.

Adapun kedua polisi tersebut adalah Bripka Andik anggota Polsek Sumbergempol Polres Tulungagung, dan Briptu Fajar Yoyok anggota Polsek Dongko, Polres Trenggalek.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat buntut tragedi Stadion Kanjuruhan. Hal itu disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

"Malam hari ini juga Bapak Kapolri mengambil suatu keputusan yang memutuskan berdasarkan surat telegram nomor ST 2098/X/KEP/2022, menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dimutasikan sebagai pamen SSDM Polri, dan digantikan oleh AKBP Putu Kholis yang sebelumnya menjabat Kapolres Tanjung Priok Polda Metro Jaya," tutur Dedi di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10).

Selain itu, lanjut Dedi, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta juga melakukan penonaktifan jabatan Danyon, Danki dan Danton Brimob sebanyak sembilan orang.

"Danyon atas nama AKBP Agus Waluyo, kemudian Danki AKP Hasdarman, kemudian Danton Auptu M Solihin, Aiptu M Samsul, kemudian Aiptu Ari Dwiyanto, kemudian Danki AKP Untung, Dantot AKP Danang, Danton AKP Nanang, kemudian Danton Aiptu Budi. Semuanya masih dalam pemeriksaan oleh tim malam ini," kata Dedi soal Tragedi Kanjuruhan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com.  (mdk/tin)

Baca juga:
Pakar Unpad Sebut Tragedi Kanjuruhan Sebagai 'Crowd Behavior', Begini Penjelasannya
5 Anggota TNI Anarkis saat Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Diperiksa Denpom Malang
Rapat Pertama TGIPF, Mahfud Mulai Sisir Akar Masalah Tragedi Kanjuruhan
Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Metro Jaya akan Evaluasi SOP Pengamanan
Kapolres Malang Dicopot, Momen Keakraban AKBP Ferli & Suporter Arema Sebelum Tragedi
Kemensos Beri Layanan Psikososial untuk Keluarga Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini