Kekurangan Siswa, Sekolah Swasta di Bekasi Protes Penambahan Sekolah Negeri

PERISTIWA | 16 Juli 2019 20:16 Reporter : Adi Nugroho

Merdeka.com - Ratusan pengelola sekolah swasta berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (16/7). Mereka memprotes kebijakan pemerintah daerah membuka unit sekolah baru dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

Kepala Badan Musyawarah Perguruan Swasta, Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly mengatakan, dampak penambahan tanpa ada koordinasi tersebut membuat sejumlah sekolah swasta kekurangan siswa. Bahkan, dia menyebut ada sepuluh sekolah hanya memperoleh 10 siswa baru.

"Keseluruhan ada sekitar 50 persen sekolah siswanya di bawah permendikbud nomor 51 tahun 2018," kata Ayung di lokasi aksi, Selasa (16/7).

Dalam peraturan itu, setiap rombongan belajar minimal terisi 32 siswa. Artinya, banyak sekolah memiliki jumlah murid di bawah yang ditetapkan tersebut. Dia menilai, penyebabnya adalah penambahan jumlah sekolah negeri tanpa koordinasi dengan sekolah swasta.

Tahun ini, Dinas Pendidikan Kota Bekasi membuka delapan sekolah baru meskipun tak memiliki gedung. Sehingga sekolah baru itu menumpang ke bangunan sekolah dasar. Sekolah baru itu antara lain SMP 50-57 yang tersebar di berbagai titik di Kota Bekasi.

"Biasanya kami dilibatkan dalam pembentukan sekolah baru, ini tiba-tiba ada," kata dia.

Padahal, kata dia, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut tak ada unit sekolah baru sebelum dibuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Juni lalu. Rupanya tiba-tiba muncul regulasi melalui peraturan wali kota menambah jumlah sekolah baru sebanyak tujuh titik. Di tahap kedua mendadak muncul satu sekolah baru.

Karena itu, pihaknya menolak adanya sekolah baru tersebut tanpa melalui kajian bersama dengan BMPS. Apalagi, sekolah baru itu, ucap dia, tak memiliki sarana dan prasaran memadai. "Kami sekolah swasta siap mewujudkan pendidikan yang berkualitas," kata Ayung.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Bekasi, jumlah lulusan sekolah dasar sederajat tahun ini lebih dari 47.000. Adapun daya tampung sekolah negeri yang berjumlah 57 sekolah yang tersebar di seluruh wilayah sebanyak 31 persen atau 14.600. Adapun jumlah sekolah swasta untuk SMP mencapai 120 titik.

Baca juga:
Kekurangan Murid, Sejumlah Guru di Tasikmalaya Terancam Tak Dapat Tunjangan Profesi
Mendikbud Muhadjir Effendy akan Evaluasi Sistem PPDB Online
Siswa di Palembang Tewas Saat Ikuti MOS, Diduga Korban Penganiayaan
2 Pendaftar PPDB di Jateng Ketahuan Palsukan Surat Domisili
Muncul Petisi Dukungan untuk Guru Honorer Rumini yang Dipecat Karena Bongkar Pungli
Karut-Marut PPDB, Daftar SMA Semarang 'Terlempar' ke Wonogiri

(mdk/noe)