Kekurangan Stok Vaksin, Pemprov Sumsel Kirim Surat ke Kemenkes

Kekurangan Stok Vaksin, Pemprov Sumsel Kirim Surat ke Kemenkes
Vaksinasi Covid-19 di Stasiun Jakarta Kota. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori
NEWS | 30 Juli 2021 13:55 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Tujuh bulan berlangsung, vaksinasi Covid-19 di Sumatera Selatan masih rendah. Hal ini disebabkan pasokan vaksin dari Kementerian Kesehatan tak sesuai kebutuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengungkapkan, saat ini pengiriman vaksin merek Sinovac di baru 1,8 juta dosis dan direalisasikan 1,6 juta dosis. Jumlah itu terbilang masih kecil dibanding target vaksinasi 6,4 juta warga Sumsel untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal pada Januari 2022.

"Persentasenya sangat sedikit kalau untuk menuju herd community," ungkap Lesty, Jumat (30/7).

Selama ini, kata dia, pemerintah pusat mengirim 360 dosis vaksin per bulan ke Sumsel yang dikirim secara mingguan. Padahal kemampuan vaksinasi di Sumsel jauh lebih besar dari angka itu karena tingginya antusiasme masyarakat.

"Makanya kita kirim surat ke Kemenkes agar segera mengirim vaksin ke Sumsel, kita butuhkan 150 ribu vaksin per bulan agar herd community awal tahun nanti sudah selesai," ujarnya.

Lesty khawatir, pengiriman vaksin yang sedikit berpengaruh terhadap target kekebalan kelompok sebesar 70 persen. Hal ini perlu dicermati pemerintah pusat agar mempertimbangkan permintaan daerah.

"Kalau sedikit artinya kekebalan individu tercapai tapi kekebalan kelompok belum tercapai," kata dia.

Tak hanya vaksin Sinovac, pasokan vaksin Moderna bagi tenaga kesehatan di provinsi itu juga tak sesuai dengan permintaan. Pemerintah pusat mengirimkan 44 ribu dosis vaksin Moderna, sementara jumlah nakes di Sumsel sebanyak 49 ribu.

"Vaksin Moderna sudah datang untuk nakes, tapi jumlahnya tidak sesuai sasaran. Ini kami masih tunggu dari Kemenkes," terangnya.

Vaksinasi Moderna bagi nakes sangat penting agar tidak mudah terpapar virus corona. Apalagi banyak kasus kematian yang dialami golongan ini akibat mengidap Covid-19.

"Ya penting, mereka ini boster, harus lebih kuat. Makanya diutamakan, terutama yang bekerja di UGD," pungkasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Sumut Kedatangan 70.000 Dosis Moderna
Vaksinasi Covid-19 di Terowongan Kendal
CEK FAKTA: Kemenkes Tegaskan Kabar Perubahan Jadwal Vaksin Penyintas Covid-19 Hoaks
Pedagang Sesalkan Kewajiban Kartu Vaksin di Pasar Tanah Abang
Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin, Ini Aturan Baru Perjalanan di Bandara Kualanamu
Kapolda Metro Jaya Harap Semua Warga Jakarta Sudah Divaksin per 17 Agustus

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami