Kelabui polisi, dua petani simpan sabu di anus dibungkus kondom

Kelabui polisi, dua petani simpan sabu di anus dibungkus kondom
PERISTIWA | 26 Maret 2018 08:26 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Dua warga asal Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditangkap aparat kepolisian karena membawa narkotika jenis sabu-sabu di Pulau Sebatik Kabupaten, Nunukan, Kalimantan Utara. Kepala Sub Bagian Humas Polres Nunukan Iptu M Karyadi di Nunukan, Minggu, menyebutkan penangkapan kedua pria asal Sulbar itu berawal dari laporan warga.

Keduanya ditangkap di Penginapan Cahaya Mulya Sei Nyamuk Pulau Sebatik pada Minggu (25/3) sekira pukul 00.30 Wita dengan barang bukti empat bungkus sabu-sabu dengan berat 100 gram.

"Kedua warga Sulbar bernama Udin Kassu (35) dan Alle (47) berprofesi sebagai petani di kampung halamannya itu langsung ditetapkan menjadi tersangka," kata Karyadi, seperti dilansir Antara, Senin (26/3).

Barang bukti sabu-sabu yang ditemukan diperoleh dari rekannya di Lahad Datu Negeri Sabah, Malaysia seharga Rp 70 juta dari seorang warga Filipina. Barang ini akan dijual di Kabupaten Polman.

Kronologi pengungkapan sabu-sabu itu berawal ketika keduanya berada di penginapan itu gerak-geriknya mencurigakan. Sehingga dilakukan penggeledahan badan oleh aparat kepolisian.

Modusnya, sabu-sabu sebanyak empat bungkus dimasukkan ke anus untuk mengelabui petugas dengan dibungkus menggunakan kondom. Kedua pria tersebut saat ini mendekam di sel tahanan Polres Nunukan. (mdk/eko)


Penyelundup 2 kilogram kokain ditangkap di Bandara Ngurah Rai
DCM ditangkap setelah terima paket bahan pembuat narkoba dari Belanda
Dibekuk polisi, 3 pengedar narkoba di Medan simpan uang palsu
Mantan pemandu lagu diciduk polisi usai edarkan sabu
Usai mengamen, dua anak jalanan di Samarindra pesta sabu

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami