Kelangkaan Masker Imbas Panic Buying di Tengah Masyarakat

Kelangkaan Masker Imbas Panic Buying di Tengah Masyarakat
PERISTIWA | 1 April 2020 10:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kelangkaan masker saat ini masih terjadi meski sudah beberapa kali disidak pihak Kepolisian. Hal itu merupakan imbas dari panic buying yang dilakoni masyarakat.

Ketua Umum Pokja Infeksi Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlinda Burhan mengungkap kelangkaan masker tak hanya terjadi di Indonesia melainkan di sejumlah belahan dunia.

"Jadi tentang kelangkaan masker, bukan hanya Indonesia tapi juga negara lain di dunia dengan adanya wabah covid19 terjadi kelangkaan masker oleh sebab itu saya minta kepada masyarakat jangan panic buying!" kata Erlinda saat jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Rabu (1/4).

Erlinda menyatakan, masker saat ini menjadi salah satu benda utama dalam perang melawan Covid-19. Utamanya masker saat ini benar-benar dibutuhkan untuk mereka para tenaga medis dan juga orang yang sedang sakit agar tidak semakin menyebabkan penularan.

"Masker ini diperlukan untuk tenaga kesehatan dan orang yang sakit jadi kalo orang sehat memborongnya memakainya ketersediaan masker ini tidak ada lagi, untuk tenaga kesehatan dan orang sakit dan ini bahaya," tegas dia.

Erlinda berharap masyarakat saat ini bisa bersikap bijak dan mengetahui bahwa masker menjadi hal yang sangat diperlukan saat ini. Kepada mereka yang sehat, Erlinda berpesan untuk bisa mencari alternatif masker lain bila ingin memproteksi, seperti dengan masker penggunaan masker kain.

"Bisa menggunakan masker kain, mereka bisa pakai di tempat umum tapi tetap jaga jarak aman 1-2 meter, setelah dipakai dicuci dengan detergen dan air hangat. Untuk masker kesehatan atau masker bedah ini hanya untuk tenaga medis, dan orang sakit atau orang sehat yang merawat yang sakit, ayo bersama kita bisa melawan Covid19, salam tangguh," kata Erlinda.

1 dari 1 halaman

Masyarakat Bisa Pakai Masker Kain

Di samping itu, Erlina menyarankan agar masyarakat yang masih sehat bisa menggunakan masker kain. Dengan catatan tetap menjaga jarak sejauh satu meter selama di tempat umum.

"Pertama, masker kain bisa dipakai oleh masyarakat yang sehat digunakan di tempat umum dan fasilitas lainnya tapi tetap menjaga jarak satu sampai dua meter. Kenapa? Karena masker kain ini tidak bisa memproteksi masuknya semua partikel bakteri dan virus," katanya.

Menurut Erlina masker jenis kain juga tidak disarankan bagi tenaga medis dengan alasan 40 sampai 90 persen virus dan bakteri dapat menembus masker jenis ini. Karena itu, bila sangat terpaksa memakai masker jenis ini idealnya dikombinasikan dengan pelindung wajah.

"Masker kain, perlindungan terhadap droplet iya ada tetapi tetap tidak ada perlindungan terhadap aerosol ataupun partikel airborne," wanti Erlina.

Karenanya, demi pencegahan droplet dari batuk dan bersin kepada pemakai masker, disarankan tetap menjaga jarak aman 1-2 meter di area terbuka.

"Kalau droplet besar bisa, tetapi droplet kecil tidak bisa jadi. Efektivitas filtrasinya adalah pada partikel ukuran 3 mikron sampai 10 mikron jadi hanya sampai 60 persen partikel tersebut bisa dicegah," jelas Erlina.

Kendati demikian, Erlina menambahkan, keuntungan masker kain jenis kain adalah sifatnya yang dapat dipakai ulang dengan dicuci terlebih dahulu dengan air hangat dan detergen untuk mematikan virus dan bakteri yang menempel.

"Jadi bisa dipakai berulang tapi dicuci dulu," katanya.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber : Liputan6.com (mdk/rhm)

Baca juga:
Cerita Pemuda Rembang Sujud Syukur Usai Sembuh Corona dan Diarak ke Rumah
Hengky Kurniawan Persilahkan Rumah Mewahnya di Jakarta Jadi Tempat Istirahat Dokter
Hasil Tes Cepat
Pasien Positif Covid-19 di Sumut Bertambah Jadi 26 Orang, Ini Faktanya
PP PSBB: Pemerintah Jamin Ketersediaan, Bukan Memenuhi Kebutuhan Warga

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5