Keluar Penjara untuk Dilantik Jadi Wabup OKU, Johan Anuar Wajib Rapid Test Antigen

Keluar Penjara untuk Dilantik Jadi Wabup OKU, Johan Anuar Wajib Rapid Test Antigen
Johan Anuar ditahan KPK. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 25 Februari 2021 14:09 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Khusus Sumatera Selatan mengizinkan terdakwa Johan Anuar keluar dari rumah tahanan untuk dilantik sebagai Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) oleh Gubernur Sumsel besok. Namun setelah pelantikan dia harus kembali ke rutan dan wajib menjalani rapid tes antigen.

Kepala Rutan Pakjo Palembang Mardan mengungkapkan, pihaknya belum menerima surat resmi dari pengadilan dan izin dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku eksekutor. Rutan tak bisa serta-merta mengeluarkan tahanan jika tidak dilengkapi administrasi.

"Belum ada, belum masuk. Tapi pada prinsipnya, jika berkasnya lengkap, silakan saja," ungkap Mardan, Kamis (25/2).

Hanya, kata dia, terdakwa Johan harus kembali lagi ke rutan setelah pelantikan digelar. Dia juga wajib menjalani rapid tes antigen untuk memastikan dirinya terbebas dari virus corona.

"Yang jelas kami di sini, InsyaAllah kami sehat. Kalau nanti masuk wajib rapid antigen, harus, ya harus, tanpa terkecuali," ujarnya.

Ketika berada di luar rutan, Mardan menyebut keamanan tahanan bukan wewenangnya lagi. Semuanya diserahkan ke pihak pengamanan, baik dari kepolisian atau jaksa KPK.

"Kalau kami tidak mempunyai hak atau kewenangan ketika tahanan di luar rutan. Yang telah keluar selangkah dari rutan, itu sudah kewenangan pengawalan," ucapnya.

Sementara itu, Humas PN Palembang Abu Hanifah mengatakan, majelis hakim telah memberi izin kepada terdakwa untuk keluar tahanan setelah menerima surat resmi dari Kemendagri terkait pelantikan sebagai Wabup OKU di Griya Agung besok. Pemberian izin disertai syarat dikawal jaksa KPK. "Majelis hakim memberi izin tapi dengan syarat dikawal oleh jaksa KPK," pungkasnya.

Johan Anuar terpilih sebagai Wabup OKU mendampingi Bupati Kuryana Aziz dalam pilkada serentak 9 Desember 2020. Usai pencoblosan, Johan ditahan KPK karena diduga terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi lahan kuburan di OKU senilai Rp 6,1 miliar dari APBD 2012 dengan kerugian negara sebesar Rp3,49 miliar.

Dalam kasus ini, penyidik Polda Sumsel menetapkan empat tersangka dan telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, yakni pemilik lahan Hidirman; mantan Sekda OKU, Umirtom; mantan Kepala Dinas Sosial OKU, Najamudin; dan mantan Asisten I Setda OKU, Ahmad Junaidi.

Johan Anuar ditetapkan tersangka oleh Mabes Polri pada 9 September 2016 namun dia menang dalam gugatan prapradilan di PN Baturaja pada 2018. Dua tahun berselang atau awal 2020, dia kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumsel karena menemukan alat bukti baru.

Meski menjalani penahanan selama empat bulan, berkas perkara Johan tak kunjung beres. Dia pun lagi-lagi dibebaskan pada 12 Mei 2020 karena jaksa menilai berkasnya tak bisa dilimpahkan karena belum lengkap hingga batas waktu ditetapkan.

Pada Juli 2020, KPK mengambil alih kasus ini dari Ditreskrimsus Polda Sumsel. Penyidik KPK datang ke Mapolda Sumsel membawa berkas penyidikan untuk diproses lebih lanjut. Saat ini, Johan menghadapi persidangan di PN Tipikor Palembang. (mdk/yan)

Baca juga:
Positif Corona, Imam akan Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok secara Virtual
Gibran Janji Langsung Tancap Gas Usai Pelantikan
Dilantik Jokowi, Gubernur Sumbar Janji Prioritaskan Penanganan Covid-19
Jokowi Lantik Gubernur Terpilih Sumatera Barat, Kepri dan Bengkulu di Istana Negara
Hari Ini Jokowi Lantik Gubernur Terpilih Sumatera Barat, Kepri dan Bengkulu di Istana

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami