Keluarga Berharap Kematian Aktivis Lingkungan Golfrid Siregar Diusut Tuntas

PERISTIWA | 8 Oktober 2019 14:45 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Penyebab kematian aktivis lingkungan di Medan, Golfrid Siregar (30), terus diselidiki polisi. Jasad advokat pada Walhi Sumut sudah diautopsi, sementara pihak keluarga pun berharap kasus itu segera dituntaskan.

"Saya berharap kejanggalan dalam meninggalnya suami saya ini cepat terungkap," kata Resmi Baringbing (31), istri Golfrid.

Jasad Golfrid yang sudah disemayamkan di rumah duka di Kecamatan Tiga Dolok, Simalungun akhirnya dibawa kembali ke Medan. Jenazah tiba di RS Bhayangkara Medan dan diautopsi pada Senin (7/10) malam.

Autopsi selesai kira-kira pukul 22.00 Wib. Polisi belum bersedia memberi keterangan terkait hasil autopsi itu. Usai autopsi, jasad Golfrid kembali dibawa ke Tiga Dolok. Pemakaman rencananya dilaksanakan hari ini.

Selain melakukan autopsi, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait kematian Golfrid. Saksi yang dimintai keterangan termasuk Resmi dan dan satpam rumah sakit. Polisi juga tengah mencari pengemudi becak bermotor yang menemukan dan mengantar Golfrid ke rumah sakit.

"Kita imbau agar abang becak itu untuk bantu kita dengan datang ke kantor dan berikan informasi," ujar Pjs Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto, Selasa (8/10).

Pihak-pihak lain yang melihat kejadian itu juga diharapkan untuk memberikan informasi ke polisi. Hal itu akan membantu pengungkapan kasus ini.

Seperti diberitakan, polisi menyelidiki ulang penyebab meninggalnya Golfrid yang dinilai janggal. Setelah sempat dinyatakan sebagai korban kecelakaan lalu lintas, kasus itu kini diambil alih Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan. Golfrid meninggal dunia RSUP H Adam Malik Medan, Minggu (6/10) sekitar pukul 15.20 Wib. Dia dirawat di sana sejak Kamis (3/10).

Tubuh Golfrid awalnya ditemukan pengemudi becak tergeletak di Fly Over Jamin Ginting/Simpang Pos, Kamis (3/10) sekitar pukul 01.00 Wib. Dia kemudian dibawa ke RS Mitra Sejati, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP H Adam Malik.

Semula polisi menyatakan Golfrid merupakan korban kecelakaan lalu lintas. Namun luka-lukanya dan fakta di lapangan sangat mencurigakan. Tempurung kepalanya pecah dan matanya lebam, seperti bekas hantaman benda tumpul.

Selain di kepala, tidak ada luka lain di tubuh Golfrid. Sepeda motornya juga hanya mengalami sedikit kerusakan. Sementara tas berisi sejumlah barang juga raib. Di pakaiannya ditemukan jejak tanah, padahal di lokasi dia ditemukan, yakni di Fly Over Jamin Ginting/Simpang Pos, tidak ada tanah. Juga tidak ada jejak darah di sana.

Baca juga:
Dalami Kematian, Polisi Minta Izin Keluarga untuk Autopsi Aktivis Walhi di Medan
Diduga Dibunuh, Kematian Aktivis Lingkungan di Medan Diselidiki Ulang
Jenazah Golfried Selesai Diautopsi, Segera Dimakamkan
Guru Honorer di Ciamis Tewas Dibunuh Tetangganya
Eks Sopir Bupati Lampung Utara Tewas Dianiaya, Terdakwa Divonis 4 Tahun 4 Bulan Bui
Tega Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan, Dewi Dituntut 8 Tahun Penjara

(mdk/eko)

TOPIK TERKAIT