Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas Pembunuhan ASN KPU di Yahukimo

Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas Pembunuhan ASN KPU di Yahukimo
PERISTIWA | 13 Agustus 2020 06:33 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - ASN KPU Papua, Henry Jovinski (25) meninggal dunia usai menjadi sasaran penyerangan orang tak dikenal di Yahukimo, Papua. Henry meninggal dunia karena tikaman orang tak dikenal.

Ayah Henry, Sugeng Kusharyanto meminta agar kasus penyerangan hingga berujung kematian sang putra bisa diusut tuntas. Sugeng meminta kepada aparat untuk menangkap pelaku pembunuhan anaknya itu.

"Saya minta diusut tuntas siapapun pelakunya mohon diusut tangkap kalau dia terbukti kasih hukuman setimpal. Kita nggak mungkin membalas kematian anak (saya) dengan kematian," ujar Sugeng di rumah duka, Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Rabu (13/8).

Sugeng mengaku pihak keluarga masih memertanyakan kenapa anaknya jadi sasaran penyerangan orang tak dikenal hingga kehilangan nyawa. Sugeng menyebut bahwa putranya hanyalah ASN biasa dan bukan pejabat di KPU.

"Anak saya bukan penentu pemenang pilkada atau penentu caleg di sana. Dia hanya orang IT di belakang layar. Makanya saya bertanya-tanya kenapa anak saya yang tidak punya jabatan apa-apa kok diserang dan dibunuh,"ungkap Sugeng.

Sugeng meminta agar peristiwa pembunuhan anaknya ini diungkap dengan transparan. Termasuk apa saja penganiayaan yang dialami Henry hingga berujung pada kematian.

Sugeng pun memertanyakan kenapa anaknya yang menjadi sasaran penyerangan. Sugeng pun meminta kejelasan pembunuhan anaknya kepada KPU Yahukimo namun justru lebih banyak informasi yang didapat dari media sosial.

"Saya tanya sekretaris (KPU) Yakuhimo untuk cerita yang jelas biar kami keluarga tenang. Keikhlasan ini ada, kami meminta transparan terbuka tapi mereka tidak berani menjelaskan. Kami ingin tahu dianiaya seperti apa anak kita. Semua serba tertutup. Justru di medsos ini yang ramai," ungkap Sugeng.

Sugeng menambahkan jika selama ini anaknya tak pernah bercerita jika memiliki musuh. Henry, kata Sugeng, bahkan tak pernah cerita jika sedang memiliki masalah.

"Saya rasa Henry tidak tahu akan ada kejadian ini. Dia tidak siap. Kami (keluarga korban) bertanya apakah anak saya dianiaya dari belakang, dari samping atau darimana. Kemudian dianiaya seperti apa," papar Sugeng. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami