Keluarga di Tapanuli Tengah Disambar Petir, Satu Meninggal

PERISTIWA | 19 November 2019 09:42 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Satu keluarga petani di Desa Aek Dakka, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), disambar petir, Senin (18/11) petang. Seorang meninggal dunia dan tiga lainnya terluka dalam peristiwa itu.

"Kejadiannya sekira pukul 18.00 WIB," kata Paur Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar, Selasa (19/11).

Korban sambaran petir ini yakni Perlianto Nadeak (33) istrinya Nurlela Marbun (30), serta dua anak mereka Luki Nadeak (7) dan Butet Nadeak (3). Nurlela meninggal dunia, sedangkan suami dan anaknya dapat diselamatkan.

Berdasarkan informasi dihimpun, sambaran petir saat hujan turun. Ketika itu, Perlianto dan keluarganya berteduh di dalam pondok dekat sawah mereka di Desa Dakka.

Setelah sambaran petir, warga menemukan Perlianto dan kedua anaknya terpental ke sawah. Namun mereka masih bernyawa.

Sementara Nurlela didapati sudah meninggal dunia di bawah pondok. "Perlianto Nadeak dan dua anaknya selamat karena warga sempat membenamkan tubuh mereka ke dalam sawah," ungkapnya.

Para korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempat. "Keempatnya sudah dibawa ke rumah duka," tutup Rensa. (mdk/cob)

Baca juga:
Penjelasan Ilmiah Bahaya Berteduh di Bawah Pohon Saat Hujan
Benarkah Main Gadget saat Hujan Deras Berisiko Tersambar Petir, Berikut Penjelasannya
Petani di Rokan Hilir Tewas Tersambar Petir saat Memanen Padi
Warga Garut Meninggal Tersambar Petir Saat Mencari Rumput
Hujan Deras di Sepaku, 2 Orang Tewas Tersambar Petir
Disambar Petir, Dua Santri di Padang Lawas Meninggal dan Empat Lainnya Terluka

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.