Keluarga Faisal Amir Berencana Tempuh Jalur Hukum

PERISTIWA | 27 September 2019 22:06 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Keluarga dari Faisal Amir berencana menempuh jalur hukum atas kejadian yang menimpa mahasiswa Al Azhar korban aksi unjuk rasa kepada DPR. Langkah tersebut diambil jika pelaku pemukulan Faisal tidak menyampaikan permohonan maaf.

"Amanah Ibu saya, jika benar Faisal dianiaya, beliau meminta pelakunya untuk meminta maaf dan bertanggung jawab. Tetapi kalau tidak mau, baru kami ke jalur hukum," kata kakak Faisal, Rahmat Ahadi seperti dilansir dari Antara, Jumat (27/9).

Dia menambahkan, pihak keluarga berencana mendatangi Mabes Polri pada Sabtu (28/9). Selain itu, Rahmat mengungkapkan, mereka sudah mendapatkan bantuan hukum dari LBH Al Azhar.

"Besok akan ke Mabes untuk membuat laporan, setelah itu menunggu keterangan dari Faisal, lalu baru akan mengambil tindak lanjut seperti apa agar lebih jelas," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku belum bisa mengetahui ataupun mendapat tanda-tanda pelaku yang diduga melakukan penganiayaan kepada Faisal. Menurut Rahmat, itu karena tidak ada saksi sama sekali, mengingat Faisal ditemukan oleh seseorang setelah berada dalam kondisi terluka.

"Jadi, yang menolongnya kami tidak tahu, yang menggotong pun kami tidak tahu, apalagi yang memukul kalau memang betul dipukul," pungkasnya.

Sebelumnya, Faisal yang merupakan mahasiswa Universitas Al Azhar menjadi korban dalam aksi unjuk rasa kepada DPR pada Selasa (24/9). Dia dilarikan ke RS Pelni, serta mendapat penanganan medis pada bagian kepala dan bahu.

Baca juga:
Ibunda Faisal Amir Menuntut Keadilan
Kondisi Membaik, Faisal Amir Masuki Tahap Rehabilitasi
Rektor Universitas Al-Azhar Minta Penganiaya Faisal Amir Ditindak Tegas
Kondisi Membaik, Korban Demo di DPR Faisal Amir Sudah Bisa Diajak Komunikasi
Ibunda Faisal Amir Minta Pelaku Penganiayaan Memohon Maaf dan Bertobat
Mahasiswa Universitas Al-Azhar Gelar Doa Bersama untuk Faisal Amir
Polisi Tuding Kelompok White Baret Penyebar Hoaks Mahasiswa Tewas Saat Demo di DPR

(mdk/fik)