Keluarga Korban Grabwheels Lakukan Aksi Tebar Bunga

PERISTIWA | 17 November 2019 11:32 Reporter : Abyan Ghafara Andayarie

Merdeka.com - Keluarga korban kecelakaan Grabwheels melakukan aksi tebar bunga di lokasi kejadian di Gerbang 3 kawasan Gelora Bung Karno. Selain keluarga, teman-teman dari korban, Ammar (18) dan Wisnu (18) juga tampak hadir.

Mereka memperingati kejadian tragis tersebut dengan menebar bunga serta membawa foto Anwar dan Wisnu. Terlihat Kakak kandung dari Wisnu dan rekannya tidak kuat menahan tangisan duka yang menimpanya.

Kakak dari Wisnu, Dwi Jelita mengungkap, keresahannya untuk pihak berwajib dapat memproses kasus ini dengan cepat.

"Kita meminta untuk kasus adik saya dapat ditegakkan hukum yang seadil-adilnya karena saya sudah kehilangan adik saya" kata Dwi Jelita saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut teman-teman korban di lokasi, dia menambahkan, pelaku tidak menolong melainkan kabur meninggalkan lokasi kejadian.

"Kita teman-teman dan keluarga meminta keadilan bahwa sesungguhnya yang menabrak tidak menolong adik saya melainkan melanjutkan perjalanannya," tegasnya.

1 dari 2 halaman

Pengakuan Korban Selamat

Menurut teman korban yang bermain skuter listrik bersama korban, Wanda dan Ajay, Wisnu terpental ke belakang papan Gate 3 kawasan Gelora Bung Karno dan jatuh tepat di depan pagar dan Ammar terpental ke pohon. Kemudian, Bagus juga tertabrak dan terpental ke depan.

Bagus yang hadir di lokasi dengan menggunakan tongkat dan kaki kiri yang di perban serta bekas luka di tangannya.

"Saya terpental ke kap mobil, ke kaca mobil, lalu jatuh ke bawah. Ada isu yang bilang katanya pelaku membantu saya, itu tidak benar sama sekali," ungkapnya.

Bagus mengatakan, di lokasi terdapat 4 kamera cctv, namun semua memory dari cctv tidak berfungsi.

"Ini banyak sekali CCTV di sekitar Senayan, tidak mungkin mati. Salah satu pasti hidup, jadi di situ bisa mengungkap kejadian sebenarnya," jelasnya.

Saat berkunjung ke pihak Kepolisian, kejanggalan terjadi kepada keluarga dan rekan ketika datang ke penyidik.

"Kita udah mohon izin mau lihat pelaku dan tidak dibolehkan masuk. Penyidik bilang tersangka berada di sini, tetapi keesokkan harinya dibebaskan dan hanya wajib lapor," kata Bagus.

2 dari 2 halaman

Keluarga Korban Menuntut Keadilan

Keluarga korban mengharapkan pelaku dapat ditindak tegas dan tidak hanya sebatas wajib lapor.

"Kami di sini bertanya background pelaku. Pelaku sudah dijadikan tersangka dan hanya wajib lapor, padahal sudah menghilangkan nyawa 2 orang," ujar Dewi

Keluarga mengaku, pelaku hanya meminta maaf kepada keluarga korban dan sampai saat ini belum ada kabar selanjutnya. Ibu dari pelaku mengatakan akan datang pada saat 7 hari setelah kejadian, namun sampai saat ini tidak datang ke rumah duka. (mdk/fik)

Baca juga:
Keluarga Korban Berharap Regulasi Grabwheels Dikaji Ulang
Keluarga Korban Nilai Proses Hukum Penabrak Pengendara Grabwheels Janggal
Soal Kecelakaan Skuter Listrik, Aplikator Diminta Ikut Tanggung Jawab
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD
Beda Nasib Penabrak Skuter Listrik dengan Apotek Senopati Usai Jadi Tersangka