Keluarga Korban Nilai Proses Hukum Penabrak Pengendara Grabwheels Janggal

PERISTIWA | 17 November 2019 10:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Keluarga korban kecelakaan Grabwheels melakukan tabur bunga di Gate 3 Komplek Gelora Bung Karno (GBK). Aksi tersebut merupakan bentuk penegasan kepada pihak polisi agar menangani kasus penabrakan tersebut dengan serius.

"Kita tabur bunga (sembari) menegaskan keadilan di kasus Amar (korban) ini," kata kakak kandung Amar selaku korban tewas dalam kecelakaan tersebut, Alan Darma Saputra di lokasi, Minggu (17/11).

Menurut Alan, ada kejanggalan dari polisi dalam memproses kasus yang menimpa almarhum adiknya itu. Pasal keterangan dari pihak kepolisian dengan saksi sangat jauh berbeda.

Dimana Polantas mengatakan bahwa pelaku sempat meminta tolong kepada warga saat kecelakaan tersebut. Sementara menurut keterangan saksi mata sekaligus korban selamat, saat itu pelaku langsung melarikan diri.

"Ada kejanggalan. Di situ CCTV enggak bisa dibuka karena CCTV memorinya penuh dan sebagainya," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Polisi Dinilai Lamban

Kemudian, Alan menerangkan, kejanggalan lainnya adalah kekebalan pelaku terhadap hukum. Terbukti dengan tidak ditahannya pelaku sampai saat ini.

"Padahal sudah membunuh dua orang dengan berkendara dalam keadaan mabuk. Diwajibkan hanya wajib lapor saja," tegasnya.

"Polisi terkesan seperti melambatkan proses hukum ini mas," tambah Alan.

Selain itu juga, Berita Acara Perdata (BAP) saat para korban yang hidup diminta keterangan tidak boleh diambil salinannya.

"Dia sudah melakukan BAP tapi BAP-nya tidak boleh di-copy itu dia. Gak ngerti ini polisi kenapa seperti menutup-nutupi," tandas Alan.

2 dari 2 halaman

Kecelakaan Grabwheels

Sebelumnya, Dua pengemudi Grabwheels atau skuter listrik di sekitaran Gelora Bung Karno (GBK) tewas ditabrak mobil, Minggu (10/11) sekira pukul 03.45 Wib. Korban berinisial A dan W. Kedua korban ditabrak oleh DH saat mengemudi dalam keadaan mabuk.

"Kronologisnya adalah pada saat DH ini mengemudikan kendaraan mobil Camry pada saat dia mau menyalip kendaraan mini bus yang ada di depannya di jalan pintu 1 Senayan, pada saat mau menyalip ke arah jalur sebelah kiri ternyata akhirnya menabrak 3 pengendara dari skuter," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Soal Kecelakaan Skuter Listrik, Aplikator Diminta Ikut Tanggung Jawab
Beda Nasib Penabrak Skuter Listrik dengan Apotek Senopati Usai Jadi Tersangka
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD
Kemenhub Minta Masyarakat Tak Gunakan GrabWheels untuk Bermain
Naik Skuter Listrik Tak di Jalur Sepeda, Pengguna Bakal Didenda Rp250.000
Kronologi Camry Tabrak Skuter Listrik Hingga Tewaskan Dua Orang