Keluarga mantan kepala daerah kalah bukti publik tolak politik dinasti

Keluarga mantan kepala daerah kalah bukti publik tolak politik dinasti
PERISTIWA | 17 Juli 2018 20:58 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Peneliti CSIS Arya Fernandes mengatakan hasil Pilkada 2018 sebagai bukti penolakan masyarakat terhadap politik dinasti. Ini dibuktikan dengan kalahnya beberapa keluarga para mantan kepala daerah di beberapa daerah.

Ia mengatakan dari 17 provinsi yang menyelenggarakan Pilkada gubernur dan wakil gubernur, di tiga provinsi politik dinasti tumbang seperti Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. Di Kalimantan Barat, anak mantan gubernur kalah, begitu juga yang terjadi di Sumatera Selatan.

Sedangkan di Sulawesi Selatan, Ihsan Yasin Limpo yang merupakan saudara kandung mantan gubernur dua periode, Syahrul Yasin Limpo dikalahkan Nurdin Abdullah.

"Pilkada ini menunjukkan penilaian kepada politik dinasti. Di tiga provinsi politik dinasti tumbang," jelasanya dalam diskusi di Ruang Bersama, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).

Selain tumbangnya politik dinasti, Arya mengatakan banyak juga calon petahana baik sebagai gubernur atau wakil gubernur tumbang dalam Pilkada yang berlangsung 27 Juni lalu. Dari 17 provinsi, petahana hanya menang di dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Papua. Sementara beberapa petahana yang tumbang di antaranya di Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, dan Riau.

"Ini menunjukkan di daerah terjadi perubahan," ujarnya.

Fenomena ini menurutnya sangat menggembirakan. Masyarakat berkontribusi membuat perubahan dalam peta perpolitikan daerah.

"Di Pilkada ini ada saya lihat sesuatu yang menggembirakan karena pemilih kita di tingkat lokal membuat perubahan berarti," ujarnya.

Selain tumbangnya politik dinasti dan kekalahan calon petahana di berbagai daerah, ia juga melihat fenomena baru dimana ada beberapa calon dari kalangan non partisan yang memenangkan Pilkada.

Calon yang berasal bukan dari kader partai seperti Ridwan Kamil yang memenangkan Pilkada Jabar, Nurdin Abdullah yang menang di Pilkada Sulawesi Selatan dan Khofifah Indar Parawansa yang menang di Pilkada Jatim.

"Pemilih kita mulai mempertimbangkan orang-orang non partisan atau parpol," ujarnya.

"Kita melihat partai kita mulai terbuka kepada orang luar dan meskipun di internal partai mesti menegosiasikan banyak hal karena mereka harus memberi porsi pada orang yang telah membangun partai tapi ada negosiasi memberikan posisi bagi orang-orang profesional ini," tuturnya. (mdk/eko)


Kantor Panwaslih Taput dilempar batu & molotov, 17 orang diamankan polisi
MK terima 67 permohonan sengketa Pilkada Serentak 2018
Lupakan pilgub, Khofifah ajak warga satukan kekuatan bangun Jatim
Jokowi minta masyarakat tetap jaga kerukunan meski beda pilihan saat pilkada
Ridwan Kamil ingin semua alun-alun kabupaten/kota se-Jabar keren seperti Bandung
100 Hari pertama pimpin Jabar, Ridwan Kamil prioritaskan pelayanan publik

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami