Keluarga Minta Polisi Jujur Ungkap Penyebab Kematian Maulana

PERISTIWA | 4 Oktober 2019 17:15 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Senyum dan tawa Maulana Suryadi (23), masih melekat dalam ingatan Maspupah (49). Kini senyuman dan tawa itu hanya menjadi kenangan setelah Yadi sapaan Maulana Suryadi, meninggal dunia saat ikut aksi unjuk rasa di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9) lalu.

Epa sapaan Maspupah mengaku tak ingin kematian anaknya diperpanjang. Dia telah mengikhlaskan kepergian anak pertamanya itu. Namun, dia minta pihak polisi berkata jujur mengenai penyebab kematian anaknya.

"Saya udah ikhlas mas, tapi saya cuma mau tahu kenapa anak saya bisa meninggal, salah anak saya apa? Itu aja," kata Epa ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/10).

Epa juga berharap tak hanya fakta penyebab kematian anaknya tersebut. Dia ingin polisi turut bertanggungjawab membiayai kedua anak Yadi dan adik-adiknya.

"Yadi itu udah punya anak dua, umurnya 2 tahun dan 4 tahun, kan sekarang jadi anak yatim. Terus Yadi itu kan udah Yatim, bapaknya, suami saya udah meninggal," ujarnya.

Epa mengungkapkan Yadi merupakan tulang punggung keluarga. Oleh sebab itu dia berharap polisi mengabulkan permintaannya agar anak dan adik Yadi ditanggung biaya kehidupannya.

"Ya berharap, soalnya dia ikut bayar kontrak mas, adik-adik itu, kontrakan Rp 400 ribu, saya ikhlas, tapi itu mas saya minta, jujur aja dan biaya anak-anaknya dan adik-adiknya masih sekolah," pungkasnya.

Baca juga:
Korban Demo Rusuh, Maulana Tewas Karena Asma atau Tindak Kekerasan?
Janggal Kematian Maulana di Tengah Rusuh Jakarta
Jejak Terakhir Maulana saat Demo Rusuh di Jakarta
Dari Dalam Ambulans di Tengah Kerusuhan
Medis Jalanan di Malam Mencekam

(mdk/gil)