Kembali Bertambah 41 Kasus, Pasien Proses Penyembuhan di Sumsel Masih 903 Orang

Kembali Bertambah 41 Kasus, Pasien Proses Penyembuhan di Sumsel Masih 903 Orang
PERISTIWA | 20 Juni 2020 21:31 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Kasus terkonfirmasi positif baru Covid-19 di Sumatera Selatan kembali bertambah 41 orang sehingga kini menjadi 1.721 kasus. Penambahan seiring juga dalam kasus sembuh sebanyak 12 orang dan secara keseluruhan pasien sembuh 751.

Kasus terkonfirmasi positif baru hari ini tersebar di tiga daerah. Yakni Palembang sebanyak 34 orang, Banyuasin 5 orang, dan Musi Banyuasin 2 orang. Palembang tetap menjadi daerah penyumbang terbanyak setiap harinya.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri mengungkapkan, kasus tambahan tersebut hasil tracing yang masif terhadap keluarga atau orang-orang terdekat pasien positif lainnya.

Semakin banyak sampel yang diambil maka semakin mudah memetakan lokasi atau titik-titik penularan sehingga dilakukan penanganan lebih lanjut.

"Kita memang masifkan tracing atau penelusuran siapa saja yang kontak erat dengan pasien yang positif, kita ambil sampel sebanyak-banyaknya dan mereka langsung isolasi," ungkap Yusri, Sabtu (20/6).

Dia menilai penambahan kasus positif masih terkendali. Apalagi kasus sembuh di provinsi itu terus bertambah dan kematian terbilang landai atau masih dibawah angka rata-rata nasional.

Pasien dalam pengawasan (PDP) juga menurun dari 463 di hari kemarin kini menjadi 437 orang. Hal ini karena hasil pemeriksaan spesimen mereka dinyatakan negatif.

"Yang sembuh sudah ada 751 orang, kasus positif yang aktif atau masih proses penyembuhan ada 903 orang. Hari ini ada tambahan satu kasus kematian asal Palembang dan totalnya 67 orang," ujarnya.

Menurut dia, penambahan kasus positif menunjukkan penularan masih berpotensi. Untuk mencegahnya masyarakat mengikuti protokol kesehatan seperti jaga jarak setiap beraktivitas karena virus corona sangat mudah menular dengan jarak di bawah satu meter.

"Selalu pakai masker dengan benar, cuci tangan di air mengalir pakai sabun, jaga jarak saat antri berbelanja atau mengobrol atau bertemu dengan siapapun. Tanpa protokol kesehatan dan disiplin setiap individu, penularan tak akan berhenti dengan cepat," kata dia.

Bagi masyarakat yang keluarganya termasuk PDP atau OTG diharapkan konsisten menjalani isolasi mandiri dengan protokol kesehatan. Siapapun yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif segera melapor agar dilakukan pemeriksaan.

"Jangan sampai masyarakat salah mengartikan new normal dengan bebas beraktivitas. Kita boleh beraktivitas tetap beradaptasi sesuai protokol Covid-19," tegasnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Suasana Pasar Minggu Usai Tiga Pedagang Positif Covid-19
Rapid Test Covid-19 di Kawasan Puncak, Puluhan Wisatawan Dinyatakan Reaktif
Fisioterapis untuk Pasein Covid-19 di Brasil
'Jangan Sampai Sekolah Jadi Pusat Pandemi Covid-19 Baru'
Kabar Gembira, Kota Madiun jadi Zona Hijau COVID-19 Pertama di Jawa Timur
Ada Detektif Covid-19 di Kota Bogor
39 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan dalam Sehari di Gresik

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami