Kembali ke Habitat, 6 Orangutan Dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen Kutai Timur

PERISTIWA » MALANG | 9 Juli 2019 01:42 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) bekerjasama BKSDA Kalimantan Timur, hari ini melepasliarkan 6 orangutan Kalimantan Timur (Pongo Pygmaeus Morio) ke habitat alaminya, di hutan Kehje Sewen, Kutai Timur. Dengan begitu, populasi orangutan hasil rehabilitasi, di hutan seluas 86.450 hektare itu menjadi 103 individu.

"Pelepasliaran orangutan hasil rehabilitasi ini bertujuan untuk memastikan orangutan lestari, dan hidup sejahtera di habitat alaminya," kata CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite, di Samarinda, Senin (8/7).

Keenam individu orangutan yang dilepasliarkan serentak hari ini, dimulai dari 4 individu orangutan masing-masing orangutan jantan Komo usia 21 tahun, Gino 14 tahun, dan Zakir usia 15 tahun, serta 1 orangutan betina, Petak usia 22 tahun.

"Hari ini, 2 orangutan lain akan dilepasliarkan, yaitu Lito dan Laila. Lito adalah jantan berusia 25 tahun sementara Laila betina berusia 22 tahun. Perjalanan panjang yang ditempuh para orangutan ini mencapai waktu hampir 48 jam, melalui rute darat dan sungai, hingga sampai ke hutan Kehje Sewen," ujar Jamartin.

Jamartin menerangkan, kedua pelepasliaran ini adalah yang ke-18 dan ke-19 kali dilaksanakan oleh Yayasan BOS dan para pemangku kepentingan di Kalimantan Timur sejak tahun 2012. Pelepasliaran ini menambah populasi orangutan yang dilepasliarkan di konsesi Restorasi Ekosistem Hutan Kehje Sewen menjadi 103 individu.

"Kegiatan pelepasliaran ini juga membawa Hutan Kehje Sewen mendekati kapasitas maksimalnya yaitu 150 orangutan. Mengingat saat ini jumlah orangutan yang masih direhabilitasi di Samboja Lestari, berjumlah sekitar 140 individu, dan banyak dari mereka yang siap dilepasliarkan. Jadi, Yayasan BOS harus segera mendapatkan lokasi pelepasliaran orangutan alternatif yang memenuhi syarat di Kalimantan Timur," terang Jamartin.

"Tidak hanya langka dan dilindungi, orangutan berperan penting dalam ekosistem hutan. Orangutan membantu menjaga kualitas hutan; dan pada gilirannya hutan memberikan kita air dan udara bersih, hasil hutan baik kayu maupun non-kayu, serta iklim yang teregulasi dengan baik. Kita semua menerima manfaat dari keberadaan orangutan di hutan. Jadi, sangat masuk akal jika kita harus bekerja keras menjaga mereka tetap aman di habitatnya," tegas Jamartin.

"Kita semua, bisa berperan, membantu melaporkan atau menghentikan upaya memburu, menangkap, membunuh, atau memelihara hewan yang dilindungi Undang-Undang seperti orangutan. Hewan-hewan ini berfungsi besar dalam ekosistem hutan," kata Kepala BKSDA Kalimantan Timur, Sunandar Trigunajasa, di kesempatan yang sama.

Baca juga:
Melihat Pelepasan Dua Orangutan Sumatera di Aceh
Dua Orangutan Dilepasliarkan ke Cagar Alam Jantho di Aceh Besar
Orang Utan di Taman Safari Bogor Lepas Saat Pentas, Pengunjung Kocar-Kacir
Kondisi Bayi Orangutan yang Diselamatkan Petugas dari Upaya Penyelundupan WN Rusia
Selundupkan Bayi Orangutan, WNA Asal Rusia Ditangkap Petugas Bandara Ngurah Rai
Malangnya Orangutan di Bali Diselundupkan dalam Kotak Rotan

(mdk/bal)