Kembali melenggang ke Senayan, Eko Patrio mengaku terbebani

PERISTIWA | 24 April 2014 19:52 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Terpilih kembali menjadi anggota DPR RI, pelawak Eko Patrio mengaku malah menjadi beban. Sebab, pemilik nama asli Eko Hendro Purnomo ini harus kembali mengemban amanah rakyat. "Saya terpilih kembali, tapi ini sebenarnya malah jadi beban. Karena dapat amanah dari rakyat," kata Eko yang datang ke Surabaya untuk menyaksikan pleno terbuka rekapitulasi suara KPU Jawa Timur, Kamis (24/4).

Pada hitungan sementara rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Jawa Timur, yang digelar di Hotel Singgasana Surabaya, artis yang bertarung di Dapil VIII Jawa Timur itu mengoleksi 64 ribu suara.

Di Dapil yang meliputi Mojokerto, Jombang, Nganjuk dan Madiun ini, Eko yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) itu, bertarung dengan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar , Ida Fauziyah yang juga calon incumbent dari PKB.

Menurut Eko, Selain dia, artis lain yang sama-sama diberangkatkan oleh PAN dan lolos ke Senayan adalah Anang Hermansyah yang bertarung di Dapil Jember dan Lumajang.

Eko mengungkap, ada kiat khusus bagi artis yang ingin ingin masuk ke Parlemen. "Artis, saat ini tidak mungkin hanya jual tampang dan popularitas. Artis harus mengenal terlebih dahulu daerah pemilihan sebelum dia terjun. Sekarang ini, artis atau tidak, asalkan menguasai Dapilnya pasti jadi," ucap dia.

Dia-pun mengisahkan lolosnya dia ke Senayan pada Pemilu lima tahun silam, yaitu tahun 2009. Setahun setelah terpilih, Eko mengaku terus turun ke lapangan untuk menyapa konstituennya di Dapil VIII Jawa Timur.

Alhasil, pada Pemilu Legislatif (Pileg) tahun ini, diapun kembali melenggang ke Senayan. "Jadi jangan dibalik. Sekarang ini, yang banyak, artis jual ketenaran, baru sosialisasi. Harusnya mengerti daerah pemilihannya dulu," katanya.

Pasca-terpilihnya kembali sebagai anggota dewan, Eko mengaku tetap ingin menempati kursinya di Komisi X DPR RI, yang membidangi masalah pendidikan, seni dan budaya.

Alasannya, hingga saat ini, Komisi X belum menuntaskan Rencana Undang-Undang (RUU) tentang kebudayaan. RUU itu, jika sudah disahkan menjadi undang-undang, akan menjadi payung hukum bagi UU Cagar Budaya, Perfilman serta UU Kesenian, yang sekaligus melindungi para pelaku budaya di Indonesia.

"Saat ini, kita masih ada satu PR yang belum kami rampungkan, yaitu undang-undang yang berkaitan dengan Undang-Undang Kebudayaan. Jika rampung, diharapkan bisa menjadi payung hukum bagi para pelaku budaya di Indonesia," pungkas dia. (mdk/hhw)

Komedian Oni dan Aceng Fikri dipastikan melenggang ke Senayan

Tak modal jadi caleg, Farhat Abbas siap kalah

Nurul Arifin diprediksi gagal ke Senayan

Lolos jadi anggota DPR RI, Lucky Hakim sujud syukur

Dede Yusuf: Kinerja SBY oke, Demokrat jatuh karena pemberitaan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.