Kembangkan Industri Daur Ulang Sampah Plastik Demi Lingkungan

PERISTIWA | 6 Desember 2019 03:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung Packaging Association for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE), menginisiasi 'Packaging Recovery Organization' (PRO) untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hal ini diyakini sebagai solusi penanganan sampah plastik kemasan di Indonesia.

"Kami mendukung inisiatif PRO sebagai model penanganan kemasan plastik pasca-konsumsi, kami melihat peluang pengembangan industrial daur ulang plastik di Indonesia dinilai masih besar, mengingat daur ulang sampah rumah tangga masih berada di level 15,22 persen," tutur Kepala Subdirektorat Industri Plastik dan Karet Hilir, Kementerian Perindustrian, Rizky Aditya Wijaya, Kamis (5/12).

1 dari 3 halaman

Apabila kemasan plastik pasca-konsumsi dapat terkelola dengan baik, maka produksi daur ulang plastik bisa mencapai 2 juta ton per tahun dari kapasitas saat ini, yaitu 1,3 juta ton. Tak hanya itu, industri daur ulang plastik saat ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,36 juta orang.

Pemerintah mendukung penuh upaya industri pengelolaan daur ulang plastik karena dapat membantu permasalahan lingkungan.

"Kami sudah mengusulkan dan kami coba bagaimana industri daur ulang juga sektor-sektor pendukung lainnya itu bisa mendapatkan insentif," tambah Rizky.

2 dari 3 halaman

Rizky berharap, plastik tidak masuk ke dalam kategori sampah. Karena sampah merupakan barang yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi. Namun, dengan pengelolaan serta daur ulang yang tepat, kemasan plastik pasca-konsumsi dapat menghasilkan barang-barang dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Namun, dalam penerapan pengelolaan daur ulang plastik kerap menemukan masalah. Masalah yang biasa ditemui ialah sampah yang tercampur tanpa adanya pemilahan oleh masyarakat.

3 dari 3 halaman

Produsen Minuman Sadar Plastik

Salah satu produsen minuman (Coca-Cola), berkomitmen berkelanjutan terhadap bisnis yang dijalankan secara positif dan bertanggung jawab atas plastik pasca-konsumsi yang dihasilkan.

"Kami melihat kemasan pasca-konsumsi merupakan sumber daya bernilai tinggi yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi Indonesia pada tahun 2030," ungkap Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia.

Bahkan, produsen tersebut telah menggunakan hasil daur ulang plastik yang dihasilkan produknya. Salah satunya, yakni kursi yang merupakan hasil daur ulang botol kemasan sebanyak 110 buah.

Reporter Magang: Bagus Kusumo Sejati (mdk/rnd)

Baca juga:
Indonesia Diajak Bertemu 3.000 Pengusaha Industri Pengemasan Dunia di Jerman
Paus Mati di Skotlandia, Perutnya Berisi 100 Kg Sampah dari Tali Sampai Jaring
Dari Paus sampai Rusa, Hewan-Hewan Ini Mati karena Telan Sampah Plastik Manusia
Rusa di Thailand Mati, Perutnya Berisi 7 kg Sampah Plastik dan Celana Dalam
Tragis, Rusa di Thailand Mati dengan Perut Berisi Plastik dan Pakaian Dalam

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.