Kembangkan Kasus Gubernur Kepri, KPK Geledah Kantor BPKAD dan Bappelitbang

PERISTIWA | 18 September 2019 14:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di dua tempat Kepulauan Riau (Kepri), yakni Kantor BPKAD dan Kantor Bappelitbang. Penggeledahan dilakukan terkait pengembangan kasus penerimaan suap atau gratifikasi dengan tersangka Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

"Dari 2 lokasi tersebut diamankan sejumlah dokumen terkait anggaran di OPD (organisasi perangkat daerah) masing-masing," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, pada Selasa 17 September 2019, tim menggeledah Kantor Dinas PUPR Provinsi Kepri, Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, dan Rumah salah satu Kepala OPD Pemprov Kepri.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun dijerat KPK dalam kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau tahun 2018-2019. Selain kasus suap, Nurdin Basirun juga dijerat pasal penerimaan gratifikasi.

Dalam kasus suap, Nurdin dijerat bersama tiga orang lainnya, yakni Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan (EDS), Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono (BUH), dan pihak swasta Abu Bakar (ABK).

Nurdin Basirun menerima suap dari Abu Bakar yang ingin membangun resort dan kawasan wisata seluas 10.2 hektare di kawasan reklamasi di Tanjung Piayu, Batam. Padahal kawasan tersebut sebagai kawasan budidaya dan hutan lindung.

Atas bantuan Nurdin Basirun itu, Abu Bakar pun memberikan suap kepada Nurdin, baik secara langsung maupun melalui Edy Sofyan atau Budi Hartono. Tercatat Nurdin beberapa kali menerima suap dari Abu Bakar.

Pada tanggal 30 Mei 2019 Nurdin menerima sebesar SGD 5000, dan Rp45 juta. Kemudian esoknya, 31 Mei 2019 terbit izin prinsip reklamasi untuk Abu Bakar untuk luas area sebesar 10.2 hektar. Lalu pada tanggal 10 Juli 2019 memberikan tambahan uang sebesar SGD 6 ribu kepada Nurdin melalui Budi.

Saat penerimaan SGD 6 ribu itu KPK melakukan operasi tangkap tangan. Selain SGD 6 ribu, KPK juga mengamankan SGD 43.942, USD 5.303, EURO 5, RM 407, Riyal 500, dan uang rupiah Rp132.610.000 dari kediaman Nurdin.

Selain itu, tim penyidik juga menyita 13 tas, kardus, dan plastik di Kamar Gubernur Nurdin. Dari 13 tas ransel, kardus, plastik dan paper bag ditemukan uang Rp3,5 miliar, USD 33.200 dan SGD 134.711.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Geledah 3 Lokasi Terkait Kasus Suap Gubernur Kepri, KPK Sita Dokumen Anggaran
Kasus Suap Izin Reklamasi Gubernur Kepri, KPK Tetapkan Pengusaha Kock Meng Tersangka
KPK Periksa Nurdin Basirun Terkait Suap Reklamasi Kepulauan Riau
Tersangka Suap Izin Reklamasi Nurdin Basirun Jalani Pemeriksaan KPK
Kasus Suap Reklamasi Gubernur Kepri, KPK Periksa 5 Kepala Dinas
Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kembali Jalani Pemeriksaan KPK
Kasus Nurdin Basirun, KPK Minta Imigrasi Larang Pengusaha Kock Meng ke Luar Negeri

(mdk/lia)