Kemen PPPA Desak Petugas P2TP2A di Lampung Timur Perkosa Anak Dihukum Kebiri

Kemen PPPA Desak Petugas P2TP2A di Lampung Timur Perkosa Anak Dihukum Kebiri
Korban Pemerkosaan Petugas P2TP2A Lampung Timur. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 8 Juli 2020 15:26 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengecam anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur yang telah melakukan pelecehan seksual. Pasalnya pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap korban pelecehan.

Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar mengatakan, pihaknya meminta aparat kepolisan setempat untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Kepada Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya di Polda Lampung untuk tidak segan-segan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak," katanya kepada merdeka.com, Rabu (8/7).

Dia mengungkapkan, hukuman seberat-beratnya harus diberikan kepada pelaku. Sebab, seharusnya anggota P2TP2A memberikan perlindungan dan keamanan, bukan justru sebaliknya.

"Pelaku bisa dijerat dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 (Perppu Kebiri)," tegasnya.

Lebih lanjut agar kasus ini tak terulang kembali, Nahar menerangkan, beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama yaitu memperkuat semua pihak baik dari pusat, daerah, dan keluarga juga anak itu sendiri.

"Dalam penyelenggaraan perlindungan anak sesuai dengan Pasal 20 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, penyiapan dan penguatan SDM di Unit Layanan Perlindungan Anak," terangnya.

"SDM atau siapapun yang bekerja dengan anak wajib menandatangani surat pernyataan kesediaan mematuhi kode etik bekerja dengan anak. SDM Penyelenggara Perlindungan Anak juga perlu memiliki kemampuan memberikan Psychological First Aid (PFA) yaitu untuk memberikan rasa aman secara psikologis bagi anak korban sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Langkah Pencegahan Pelecehan Seksual Terhadap...

Halaman

(mdk/fik)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami