Kemenag Harap Arab Saudi Segera Berikan Kepastian Penyelenggaraan Haji 2020

Kemenag Harap Arab Saudi Segera Berikan Kepastian Penyelenggaraan Haji 2020
PERISTIWA | 18 Mei 2020 20:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Agama (Kemenag) berharap Pemerintah Arab Saudi dapat segera memberikan kepastian terkait penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. Info kepastian tersebut diharapkan sudah jelas sebelum berakhirnya bulan Ramadan tahun ini.

"Kami berharap informasi pasti apakah haji tahun ini diselenggarakan atau batal bisa segera diumumkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Semoga sebelum akhir Ramadan," kata Juru Bicara Kementerian Agama Oman Fathurahman melalui keterangan tertulisnya, Senin (18/5).

Menurutnya, info kepastian penyelenggaraan haji penting karena waktunya semakin dekat, sementara Kemenag juga harus melakukan berbagai persiapan. Oman mengaku Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah berkoordinasi dengan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI agar bisa ikut mengomunikasikan hal tersebut melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.

Kemenag juga melakukan upaya proaktif menghubungi pihak Arab Saudi terkait kepastian penyelenggaraan ibadah haji 1441 H/2020 M.

"Waktu penyelenggaraan ibadah haji semakin dekat. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kemenlu RI untuk meminta kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441H/2020M dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi," ujar Oman.

"Informasi mengenai kepastian penyelenggaraan ibadah haji tersebut menjadi penting bagi kami dalam menyiapkan kebijakan serta peraturan-peraturan yang diperlukan apabila haji akan dilaksanakan dan atau tidak dilaksanakan pada tahun ini," lanjutnya.

Oman menjelaskan, sampai saat ini persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1441H terus dilakukan oleh Kementerian Agama. Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap II masih dibuka dan akan berakhir pada 20 Mei mendatang.

Persiapan layanan di Arab Saudi juga sudah dilakukan, meski prosesnya belum sampai pada kontrak pengadaan karena adanya surat Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Nomor 410711030 tanggal 11 Rajab 1441H/6 Maret 2020. Surat tersebut menjelaskan tentang permohonan untuk menunggu dalam penyelesaian kewajiban baru hingga jelasnya masalah Covid-19.

"Jadi persiapan di Saudi sudah dilakukan namun hingga saat ini Kementerian Agama belum melakukan penandatanganan kontrak maupun pembayaran uang muka atas pelayanan jemaah haji di Arab Saudi," tegasnya.

Oman menambahkan, Kemenag sudah menyiapkan mitigasi atas dua skenario penyelenggaraan haji tahun ini. Dua skenario tersebut adalah haji batal atau tetap dilaksanakan.

"Mitigasinya sudah kami siapkan sehingga apapun keputusan Saudi, kami siap melaksanakan," katanya.

"Mitigasi tersebut juga mencakup langkah yang akan Indonesia ambil jika Saudi tidak kunjung memberi kepastian, padahal waktu persiapan sudah semakin mepet," tutup Oman.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Potensi Dana Haji di Indonesia Capai Rp20,5 Triliun di 2020
Kemenag Usul Kepastian Ibadah Haji 2020 Ditetapkan Tanggal 20 Mei
Kemenag Buka Pelunasan Biaya Haji Tahap II 12 Mei 2020
Kemenag Harap Arab Saudi Beri Kepastian Soal Haji 2020 Pertengahan Mei
Kemenag Belum Bisa Pastikan Haji 2020 Ada atau Tidak
Kemenag: Jelang Ditutup, Banyak Jemaah Reguler & Khusus Lunasi Biaya Haji

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami