Kemenag: Jangan Dibenturkan Protokol Kesehatan dan Agama

Kemenag: Jangan Dibenturkan Protokol Kesehatan dan Agama
PERISTIWA | 10 April 2020 11:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah telah memberlakukan sejumlah aturan yang sesuai dengan protokol kesehatan, demi mencegah menyebarnya virus corona. Salah satu konsekuensinya, kegiatan peribadatan agama agar menyesuaikan.

Terkait hal ini, pihak Kementerian Agama meminta jangan ada yang mencoba membenturkan antara protokol kesehatan dengan agama.

"Kita juga sebagai masyarakat beragama, kami imbau tidak mempersoalkan dua cara yang berbeda. Seolah-olah kita menghadapkan antara cara bagaimana protokol kesehatan dengan cara agama, dan lain sebagainya," ucap Plt. Dirjen Bimas Hindu Kemenag, I Made Sutresna, Jumat (10/4).

Menurut dia, semuanya harus mengambil langkah bijak dalam hal ini.

"Bagaimana kedua cara ini bisa hand ini hand. Secara dukung mendukung, saling melengkapi, saling menguatkan dalam kerangka menghadapi ujian yang sangat dasyat ini," ungkap Sutresna.

Dia berharap, dengan ini dilakukan, maka mentalitas setiap orang akan semakin kuat.

"Secara maksimum kita harus menaati seluruh hal yang dianjurkan protokol kesehatan. Menggunakan masker, tidak keluar rumah, menjaga kesehatan dan kebersihan diri termasuk mencuci tangan," pungkasnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Kemenag Minta Masyarakat Saling Dukung, Bukan Debat Ibadah di Tengah Corona
Kemenag: Semua Ibadah Ramadan Dilaksanakan di Rumah Saja
Cegah Penyebaran Covid-19, Kemenag Imbau Umat Buddha Rayakan Waisak dari Rumah
Pandemi Corona, Kemenag Imbau Buka Puasa Bersama Ditiadakan, Salat Tarawih di Rumah
Kemenag Ajak Umat Kristen Peringati Jumat Agung dari Rumah
MUI Jateng Sebut Ormas Islam Berbeda Pendapat Soal Surat Edaran Kemenag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami