Kemenag Jatim Minta Calon Haji Tak Mudah Termakan Iming-Iming Cepat Berangkat

PERISTIWA | 6 Agustus 2019 19:00 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kasus penipuan yang mendera 59 jemaah calon haji di Surabaya, disesalkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Jatim. Sebab, seharusnya para calon haji tersebut tidak mudah percaya dengan segala macam janji, lantaran sistem informasi soal haji sudah terkomputerisasi.

Penyesalan ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Jamal.

Ia menyatakan, sistem keberangkatan haji di Kemenag Jatim tak mungkin bisa melayani percepatan seperti yang terjadi pada kasus tersebut. Hal ini disebabkan, semua persoalan haji telah diatur dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

"Aturannya sekarang ini sudah sangat ketat. Sebab, sistem (Siskohat) ini sudah canggih dan tidak mungkin bisa dibuat main-main. Salah nama satu huruf saja sudah kelihatan kok," kata Jamal, Selasa (6/8).

Ia menambahkan, Siskohat ini sudah terintegrasi dengan pusat. Sehingga, praktik kecurangan tidak memungkinkan untuk bisa terjadi, lantaran akan mudah terpantau.

Dengan sistem semacam ini, maka tidak mungkin ada oknum yang bisa melakukan percepatan di luar sistem. Ia pun menjamin, tidak ada pihaknya yang terlibat dalam kasus ini.

"Praktik tersebut hanya akal-akalan saja. Tidak mungkin orang Kemenag (ikut terlibat), itu bodoh dan bunuh diri," tegasnya.

Jamal menegaskan, jika program percepatan semacam itu ada, maka hal itu hanya berlaku untuk mereka yang lansia, ahli waris, atau pun jemaah pengganti. Namun, syarat dan aturan ketat pun berlaku.

Ia pun menegaskan, bila para jemaah mendapatkan tawaran semacam itu harusnya bisa menanyakan langsung ke Kemenag. Apalagi, sejak awal pendaftaran para jemaah sudah diberitahu mengenai porsi keberangkatan mereka.

"Kenapa ya masih ada jemaah yang seperti itu. Tanya ke Kemenag kan enak ya. Apalagi, sejak awal kan sudah diberitahu, kapan berangkat. Ya tentu menyedihkan lah dengan adanya kejadian ini," ungkapnya.

Sebelumnya, 59 jemaah calon haji dari 8 daerah di Jawa Timur menjadi korban dugaan penipuan bermodus pemberangkatan haji lebih cepat. Syaratnya mereka diminta membayar biaya tambahan hingga puluhan juta rupiah per orang. Total kerugian dari kasus ini pun mencapai Rp550 juta. Kini, kasus ini ditangani oleh Polda Jatim.

Baca juga:
Termakan Iming-iming Berangkat Dipercepat, 59 Calhaj Ditipu Mentah-mentah
Berkas Perkara Investasi Bodong Senilai Rp 17 M di Klaten Dilimpahkan ke Kejaksaan
Minta Sumbangan buat 17 Agustus, Satpol PP Gadungan Dicokok Polisi
Terlibat Penipuan, Bos Ekspedisi di Surabaya Dihukum 10 Bulan Penjara
Catut Nama Wali Kota Solo, Karyawan PDAM Tipu Warga Modus Penerimaan PNS

(mdk/gil)