Kemenag Lobi Saudi Agar Jemaah Indonesia Diizinkan Umrah di Agustus 2021

Kemenag Lobi Saudi Agar Jemaah Indonesia Diizinkan Umrah di Agustus 2021
Polwan Saudi dikerahkan untuk amankan ibadah haji. ©Fayez Nureldine/AFP
NEWS | 30 Juli 2021 11:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Agama melalui Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Khoirizi, bersilaturahmi ke Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta pada Kamis (29/7) kemari. Salah satu tujuan dari silaturahmi melobi Kerajaan Arab Saudi agar jemaah Indonesia diizinkan menyelenggarakan umrah.

Khoirizi menyampaikan pada dubes kiranya jemaah Indonesia mendapat kesempatan jika umrah mulai dibuka pada 1 Muharram 1443 H nanti. Sebab antrean akibat penundaan selama pandemi sudah terlalu panjang.

"Jumlah antrean jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya cukup banyak dan sudah hampir dua tahun menunggu," ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (30/7).

Khoirizi sekaligus mengklarifikasi kabar soal rencana pembukaan penyelenggaraan umrah pada Agustus mendatang. Hal itu tertuang dalam edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengenai rencana pembukaan penyelenggaraan umrah pada 10 Agustus 2021.

"Kami meminta penjelasan kepada Duta Besar, mengenai teknis detail pelaksanaan umrah di masa pandemi," terang Khoirizi.

"Banyak hal yang berkembang, dan kami meminta informasi resmi dan valid agar isu-isu terkait dengan umrah lebih jelas," sambungnya.

Saudi Benarkan Edaran Pembukaan Ibadah Umrah

Khoirizi menambahkan, dalam pertemuan tersebut Dubes Arab Saudi membenarkan adanya edaran dari Kementerian Haji dan Umrah terkait rencana dibukanya umrah. Namun demikian, detail edaran tersebut, termasuk yang berkenaan Indonesia, masih terus dikoordinasikan. nasikan.

"Dubes tadi mengatakan bahwa pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi. Informasinya, akan ada ketentuan detail terkait penyelenggaraan umrah 1443 H, termasuk yang terkait jemaah umrah Indonesia," papar Khoirizi.

"Tadi Dubes juga menjelaskan bahwa ketentuan kunjungan ke Arab Saudi yang berlaku saat pandemi ini bersifat umum, untuk penyelenggaraan umrah akan diatur tersendiri," jelasnya.

Kabar soal pembukaan penyelenggaraan umrah sebelumnya beredar dalam edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengenai rencana pembukaan penyelenggaraan umrah pada 10 Agustus 2021.

Permintaan klarifikasi itu, kata dia, demi membendung kesimpangsiuran kabar soal isu tersebut.

"Kami meminta penjelasan kepada Duta Besar, mengenai teknis detail pelaksanaan umrah di masa pandemi," terang Khoirizi.

"Banyak hal yang berkembang, dan kami meminta informasi resmi dan valid agar isu-isu terkait dengan umrah lebih jelas," tambahnya.

"Dubes tadi mengatakan bahwa pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi. Informasinya, akan ada ketentuan detail terkait penyelenggaraan umrah 1443 H, termasuk yang terkait jemaah umrah Indonesia," papar Khoirizi.

"Tadi Dubes juga menjelaskan bahwa ketentuan kunjungan ke Arab Saudi yang berlaku saat pandemi ini bersifat umum, untuk penyelenggaraan umrah akan diatur tersendiri," tutup Khoirizi.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Dubes Arab untuk RI Harap Situasi Membaik, Umat Islam Bisa Kembali Umrah dan Haji
Pengusaha Travel Umrah di Palembang Keberatan Aturan Karantina 14 Hari
Umrah Dibuka Terbatas, Kemenag Jalin Komunikasi dengan Arab Saudi
Arab Saudi Izinkan Umrah, Indonesia akan Lobi Soal Syarat Karantina
Cerita Travel Umrah, Bertahan Pakai Tabungan Selama Pandemi Covid-19
Vaksin Sinovac Diakui WHO Dinilai Jadi Peluang Umrah Kembali Dibuka

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami