Kemenag: Penulisan Ulang Buku Pelajaran Agama Hampir Rampung

Kemenag: Penulisan Ulang Buku Pelajaran Agama Hampir Rampung
PERISTIWA | 26 November 2019 13:26 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengatakan, proses penulisan ulang buku-buku pelajaran agama di Indonesia sudah hampir rampung. Menurut dia, proses saat ini tinggal menata beberapa materi untuk mata pelajaran agama Islam.

"Ini hampir tuntas. Jadi sedang penulisan, finalisasi. Kami kumpulkan penulisannya. Materinya sudah hampir jadi. Untuk semua mata pelajaran agama Islam di sekolah," kata Kamaruddin di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (26/11).

1 dari 5 halaman

Materi Revisi Buku Agama Harus Disahkan Kemenag

Komaruddin menjelaskan, penulisan ulang buku tersebut juga mengacu aturan baru dengan mewajibkan penafsihan, dan pengesahan diotentifikasi sepenuhnya oleh Kementerian Agama. Sebab diketahui otoritas tersebut dipegang penuh oleh Kementerian Pendidikan.

"Misal buku pengayaan yang ditulis masyarakat, boleh saja. Tapi harus ditafsih dulu, disahkan (Kemenag) untuk mengantisipasi munculnya buku-buku yang di luar Kemenag, yang tidak sesuai ajaran agama yang benar," jelas Komaruddin.

2 dari 5 halaman

Buku Agama Belum Bersertifikasi Kemenag Ditarik dari Peredaran

Untuk itu, dia menyebut jika ditemukan buku agama belum bersertifikasi dari Kemenag, buku tersebut akan ditarik. Nantinya, buku itu akan diverifikasi sesuai standar Kemenag.

"Jadi ya harus ditafsih dulu, kalau tidak ya belum sah, bisa ditarik dari peredaran," tandas dia.

3 dari 5 halaman

Penulisan Ulang Buku Agama Mencegah Radikalisme

Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam Kemenag sebelumnya menyatakan penulisan ulang buku agama Islam dilakukan guna mencegah radikalisme melalui buku. Buku ini rencananya akan dibagikan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga menengah atas.

"Ada Undang-Undang Perbukuan yang baru, memberikan amanah kepada Kemenag melakukan penulisan buku. Jadi Kemenag harus tulis semua ulang ada 155 buku kita siapkan, InsyaAllah akhir tahun ini launching oleh Menteri Agama," kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamarudin Amir usai diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) di Kantor Menkominfo, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

4 dari 5 halaman

Buku Tak Sesuai Standar Ditarik

Komaruddin menjelaskan, penulisan ulang buku tersebut juga mengacu aturan baru dengan mewajibkan penafsihan, dan pengesahan diotentifikasi sepenuhnya oleh Kementerian Agama. Sebab diketahui otoritas tersebut dipegang penuh oleh Kementerian Pendidikan.

"Misal buku pengayaan yang ditulis masyarakat, boleh saja. Tapi harus ditafsih dulu, disahkan (Kemenag) untuk mengantisipasi munculnya buku-buku yang di luar Kemenag, yang tidak sesuai ajaran agama yang benar," jelas Komaruddin.

Untuk itu, dia menyebut jika ditemukan buku agama belum tersertifikasi dari Kemenag, buku tersebut akan ditarik. Nantinya, buku itu akan diverifikasi sesuai standar Kemenag.

"Jadi ya harus ditafsih dulu, kalo tidak ya belum sah, bisa ditarik dari peredaran," tandas dia.

5 dari 5 halaman

Kemenag Bentuk Tim Urus Penulisan Ulang Buku

Secara terpisah, Menteri Agama, Fachrul Razi, menjelaskan ada tim yang dibentuk menangani hal itu.

"Memang ada tim yang sudah membahas itu untuk melihat mana yang materi yang perlu dihapus, mana yang nggak. Tapi secara teknis dengan kelompok kerja," ujar Fachrul di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (12/11).

Rencananya, perombakan buku agama dimulai dari literatur yang digunakan di kelas 1 SD hingga 12 SMA. Seperti apa kontennya, masih dalam pembahasan.

"Belum secara teknis, tapi kelompok kerja sudah disusun dan sudah mulai bekerja sebelum saya masuk. Nanti saya hadapkan kepada Pokja yang kita siapkan untuk menjelaskan, nanti Pokja itu pasti bisa menjelaskan lebih rinci," katanya.

"Jadi kalau sudah cukup tidak usah. Yang lain ditambah, yang enggak diperlukan dihilangkan, kan biasa saja," jelas Fachrul Razi. (mdk/gil)

Baca juga:
Kementerian Agama Temukan Dua Pesantren Berpotensi Terpapar Radikalisme
VIDEO: Menteri Agama Wacanakan Program Ulama Bersertifikat
Sebelum Wacana Sertifikat Pra Nikah, Kemenag Tangerang Sudah Terapkan Kursus Nikah
Kepala BNPT Sebut Kemenag Akan Turunkan 260 Ribu Penceramah Lawan Radikalisme
Langkah Menteri Agama Agar PNS dan CPNS Tak Terpapar Radikalisme
Menteri Agama Kesulitan Cari Jalan Keluar Kasus First Travel
Pospenas 2019 Melombakan 6 Cabang Olahraga dan Stand Up Comedy

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami