Kemenakertrans bantu anak putus sekolah di Lebak

PERISTIWA | 13 Juni 2014 16:56 Reporter : Jatmiko Adhi Ramadhan

Merdeka.com - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia memberikan bantuan kepada anak-anak putus sekolah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

"Bantuan pendidikan itu diharapkan anak-anak bisa melanjutkan pendidikan mulai jenjang SD/SMP/SMA," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Hubungan Industri Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Lebak Okta di Lebak, seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/6).

Menurut dia, bantuan anak-anak putus sekolah itu melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang diluncurkan oleh Kemenakertrans. Mereka anak putus sekolah tersebut mendapatkan bantuan uang saku selama empat bulan sebesar Rp 1 juta.

Penggunaan uang saku itu diperuntukkan biaya angkutan dari sekolah ke rumah, jajan, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan pakaian seragam, sepatu, alat tulis, dan tas sekolah.

"Semua anak yang menerima bantuan Kemenakertrans melalui PKH itu sebanyak 360 orang," katanya.

Dia mengatakan, anak-anak yang menerima bantuan itu nantinya diawasi oleh tenaga pendamping di masing-masing wilayah di daerah itu. Sebab bantuan itu diharapkan anak-anak melanjutkan pendidikan di bangku SD/SMP/SMA. Apabila, anak-anak itu kembali putus sekolah maka bantuan tersebut dihentikan.

"Kami minta anak-anak yang mendapat bantuan itu terus melanjutkan pendidikan hingga lulus SMA," katanya.

Okta menyebutkan, selama ini anak-anak putus sekolah di Kabupaten Lebak cukup tinggi, karena hal itu terbukti dari penerima bantuan PKH. Tingginya anak putus sekolah disebabkan lilitan kemiskinan juga kultur masyarakat. Karena itu, ujar dia, melalui bantuan PKH itu akan mendongkrak penuntasan pendidikan selama 12 tahun, terlebih pemerintah daerah menerbitkan Perda Nomor 02 tahun 2010.

"Kami yakin melalui bantuan itu diharapkan ke depan minimal lulusan pendidikan warga Lebak tamatan SLTA," katanya.

Sementara itu, sejumlah anak mengaku bahwa mereka merasa senang menerima bantuan pendidikan dari Kemenakertrans melalui PKH sehingga bisa melanjutkan sekolah di tingkat SD/SMP/SMA.

"Kami lega bisa melanjutkan pendidikan di SMP karena dibantu uang saku itu. Kami dulu berhenti di kelas II SMP akibat orangtua tidak mampu membiayai pendidikannya," kata Asih, warga Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.

(mdk/hhw)