Kemendagri Sebut Motif Penjual Blanko e-KTP Online Hanya Iseng
PERISTIWA | 6 Desember 2018 23:15 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Zudan Arief Fakrulloh mengungkap motif oknum penjual blanko e-KTP online. Kata dia, oknum yang diketahui anak eks Kepala Dinas Dukcapil Lampung ini hanya sekedar iseng.

"Enggak, di WA (whatsapp) ke saya katanya iseng," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/12).

Dia menegaskan tidak ada motif politik dari insiden tersebut. Sebab, jumlah blanko yang dijual hanya 10 keping.

"kalau untuk pemenangan Pileg Pilpres nggak ngefek hanya 10 dan membuat KTP-nya menjadi KTP palsu kan, terus nyoblosnya mau dimana? Gitu. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada kok," ungkapnya.

Zudan menambahkan, tidak ada motif keuangan dari kasus penjualan e-KTP online. Dia menegaskan bahwa ini hanya sebuah keisengan yang fatal.

"Tapi ini keisenhan yang fatal karena bikin gaduh, penurunan trust itu kan ada bisa terus trust-nya padahal enggak. Enggak terjadi jebolnya sistem karena pencurian biasa gitu," tutupnya.

Sebelumnya, Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil kembali berhasil mengungkap kasus-kasus yang berindikasi darinya Penjualan Blangko e-KTP di Pasar Online. Di mana kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada Juli lalu.

Zudan mengatakan, pengungkapan ini diawali dengan indivasi yang diperoleh dari media tentang beredarnya blangko KTP-el yang diperjualbelikan melalui pasar online. Kemudian dilakukan pencarian melalui hubungan dengan pencetak blangko e-KTPdan dengan toko penjual online.

Lebih banyak lagi, pihak lain, pihaknya sudah bisa mengeluarkan sinyal lebih banyak lagi seperti alamat, nomor telepon. Sejalan dengan itu kasus tersebut sudah disampaikan ke Polda Metro Jaya.

(mdk/fik)

TOPIK TERKAIT