Kemendes PDTT Gunakan DAK Fisik Afirmasi Dukung Pembangunan Daerah Tertinggal

PERISTIWA | 13 Agustus 2019 22:52 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pemerintah memulai skema pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Afirmasi untuk menjadi enabling factor untuk pembangunan daerah tertinggal, daerah perbatasan pulau kecil terluar, serta transmigrasi. Dana tersebut nantinya dianggarkan di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi mengatakan apabila DAK tersebut dikelola dengan baik akselerasi pertumbuhan ekonomi juga baik.

"Bila DAK dikelola dengan baik, maka akselerasi pertumbuhan ekonomi juga bisa dilakukan dengan baik," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/8).

Sedangkan Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Totok Hendratmoko mengatakan, DAK Bidang Transportasi Perdesaan bertujuan mengurangi kesenjangan wilayah dengan meningkatkan mobilitas dan konektivitas bagi penumpang dan barang di daerah.

Untuk mencapai itu, dia menambahkan, pihaknya mendukung daerah melakukan penyediaan sarana dan prasarana transportasi di wilayah tertinggal, perbatasan negara, transmigrasi, dan kepulauan. Sehingga daerah tertinggal bisa menjadi pusat pelayanan dasar, pusat administrasi pemerintahan, pusat pertumbuhan ekonomi, dan pusat distribusi.

"Kewajiban Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal adalah mengidentifikasi kebutuhan data dalam menu kegiatan DAK Fisik Afirmasi Bidang Transportasi Perdesaan tersebut, sehingga yang diusulkan pemerintah daerah sinkron dengan data di Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal," jelas Totok.

DAK Fisik Afirmasi Bidang Transportasi Perdesaan diyakini dapat menghidupkan perekonomian desa, dikarenakan dapat diberikan kepada BUMDes agar desa mempunyai pendapatan asli daerah.

Dana ini juga dapat mempengaruhi peningkatan aksesibilitas di daerah tertinggal. Moda transportasi yang disediakan dapat memperpendek waktu tempuh. Selain itu, panjang jalan desa bertambah, renovasi jembatan gantung dapat mengembalikan fungsi jembatan seperti sedia kala.

"Dengan adanya DAK Fisik Afirmasi Bidang Transportasi Perdesaan, produk pertanian, perkebunan, dan peternakan dapat lebih lancar pendistribusiannya, sehingga potensi ekonomi di daerah tertinggal dapat lebih berkembang," jelas Totok.

Untuk itu, DAK Fisik Afirmasi Bidang Transportasi Perdesaan menjadi kegiatan strategis yang tertuang dalam Strategi Nasional dan Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Untuk pengawasannya, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal melakukan evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

(mdk/fik)