Kemenhan Dorong Industri Pertahanan Produksi Ventilator Tangani Pasien Covid-19

Kemenhan Dorong Industri Pertahanan Produksi Ventilator Tangani Pasien Covid-19
PERISTIWA | 25 April 2020 13:38 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Sakti Wahyu Trenggono mendukung Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di industri pertahanan (Indhan) untuk memproduksi alat medis ventilator. Ventilator ini guna membantu penanganan pasien Virus Corona atau Covid-19.

"Ventilator merupakan alat bantu pernapasan yang vital dibutuhkan dalam penanganan pasien Covid-19. Kebutuhan alat medis ini sangat tinggi sementara suplainya terbatas. Saya selama ini aktif mendorong pabrik milik BUMN yang berada di klaster National Defence and Hightech Industries (NDHI) ikut produksi ventilator," kata Trenggono, di Jakarta, Sabtu (25/4).

Menurutnya, saat ini sudah ada dua BUMN dalam klaster NDHI yang mampu membuat ventilator dan telah lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI. Mereka adalah Pindad dan Dirgantara sudah mampu produksi ventilator.

"Kementerian Pertahanan akan pastikan membeli produk buatan BUMN ini agar kita tak telat bergerak dan menjadi pemenang dalam melawan Covid-19," tegasnya.

Sementara itu Dirut Pindad Abraham Mose mengatakan, sesuai dengan arahan dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN dalam Kondisi Luar Biasa (KLB) akan mengerahkan kemampuan sumber daya yang dimiliki untuk ikut ambil peran dengan hal ini. Iia mengklaim telah memproduksi peralatan kesehatan yang sangat diperlukan seperti ventilator, tabung oksigen, Masker ruang operasi, bilik disinfektan dan lainnya.

"Pindad sudah membuat Ventilator Pumping Machine, di mana berfungsi sebagai alat bantu pernapasan untuk pasien-pasien yang mengalami gagal napas," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Kemhan Terbitkan Larangan Pegawainya Gunakan Aplikasi Zoom
Cegah Sebaran Corona, Prabowo Minta PNS Kemhan Tak Mudik Tahun Ini
Aksi Tanggap Corona, Kemenhan Kerja Sama dengan PMI Gelar Donor Darah
Sri Mulyani: Belanja Barang Kementerian Pertahanan Meningkat Tajam di Februari 2020
Waspada Corona, Kendaraan dan Orang Mau Masuk Kemenhan Disemprot Disinfektan
Tak Ikut Ratas dengan Presiden, Prabowo Ada Kegiatan Internal Kemenhan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami