Kemenhub Ancam Cabut Izin Rute Maskapai yang Memuat Penumpang Melebihi Ketentuan

Kemenhub Ancam Cabut Izin Rute Maskapai yang Memuat Penumpang Melebihi Ketentuan
PERISTIWA | 22 Mei 2020 17:39 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan mengingatkan operator bandara dan maskapai, agar tidak memuat penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan selama pandemi covid-19. Bahkan jika perlu, pencabutan izin rute terbang kepada maskapai yang tak mematuhi ketentuan.

Pernyataan tersebut dikemukakan Staf Khusus dan Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati menanggapi terjadinya insiden penumpukan antrean penumpang di Bandara Soekarno-Hatta belum lama ini.

"Sudah kami sampaikan ke publik bahwa yang terjadi di sana adalah adanya jadwal pesawat yang terlalu berdekatan. Sehingga ada penumpukan penumpang. Dan antrean tidak bisa diterapkan jaga jarak. Sehingga prinsip physical distancing tidak bisa diimplementasikan dengan benar," ujar Adita di sela kunjungan ke PT Angkasa Pura I Solo, Jumat (22/5).

Menurut Adita, insiden di Bandara Soekarno-Hatta wajib menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholder transportasi udara. Bahwa sarana dan prasarana bandara termasuk penerapan jaga jarak harus bisa diimplementasikan dengan baik. Adanya antrean yang padat, dikatakannya, membuktikan bahwa prasarana bandara belum bisa menerapkan physical distancing.

"Insiden ini harus bisa menjadi pelajaran seluruh stakeholder transportasi udara, agar tidak terjadi lagi. Semoga berjalan lancar sampai arus balik lebaran H+7 nanti. Prinsipnya semua protokoler kesehatan dapat diterapkan," tandasnya.

Pengendalian alat transportasi sudah diatur sedemikian rupa melalui peraturan Kemenhub dan surat edaran Gugus Tugas Covid-19. Mulai dari sarana prasarana sampai moda transportasinya.

"Prinsipnya, physical distancing dan implementasi protokol kesehatan seperti penggunaan masker, penyediaan pembersih tangan, dan kelengkapan alat pelindung diri awak pesawat harus mengikuti protokol kesehatan," jelasnya.

Berdasarkan surat edaran Gugus Tugas, lanjut Adita, disampaikan tentang kriteria bagi penumpang yang memenuhi syarat dan kriteria tertentu untuk bisa bepergian dengan transportasi udara. Aturan tersebut, lanjut dia, sudah dituangkan dalam surat edaran Dirjen Perhubungan Udara no 32 dan sudah berlaku sejak 7 Mei 2020.

"Sehubungan dengan itu Dirjen Perhubungan Udara ingin memastikan bahwa semua ketentuan tersebut sudah terlaksana dengan baik, dan tetap dapat ditingkatkan dalam rangka kita akan memasuki hari Lebaran," katanya.

Termasuk juga, lanjut dia, situasi pada saat arus balik Lebaran, dari H+1 hingga H+7. Diharapkan Bandara Internasional Adi Soemarmo bisa berjalan dengan baik serta bisa mengantisipasi segala kemungkinan.

"Karena kita juga mengantisipasi arus balik yang volumenya cukup besar. Sehingga perlu dipersiapkan dengan baik segala sesuatunya, khususnya protokol kesehatan bisa diimplementasikan dengan baik," terangnya.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo Abdullah Usman mengaku siap menjalankan arahan Dirjen Perhubungan Udara. Seperti diketahui, saat ini jam operasional bandara adalah jam 08.00 - 16.00 WIB. Selama 8 jam tersebut pihaknya akan mengatur perjalanan pesawat agar sesuai ketentuan.

"Kalau sesuai arahan 1 jam satu pesawat, berarti hanya 8 pesawat sehari. Itupun dibagi dua, 4 pesawat berangkat dan 4 pesawat datang. Semua arahan tadi akan kita simulasikan," katanya. (mdk/cob)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami