Kemenkes Minta Pemda Tingkatkan Angka Cakupan Imunisasi Dasar Anak

Kemenkes Minta Pemda Tingkatkan Angka Cakupan Imunisasi Dasar Anak
Siswa SD disuntik vaksin Covid-19 di Tangerang. ©Liputan6.com/Angga Yuniar
NEWS | 1 Desember 2021 02:02 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan meminta pemerintah daerah meningkatkan angka cakupan imunisasi dasar bagi anak balita dan anak usia sekolah, karena secara nasional baru mencapai 58,4 persen per Oktober 2021.

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menyebutkan terdapat ketimpangan antara sejumlah provinsi yang angka imunisasi dasarnya sudah di atas 60 persen dengan sebagian besar yang belum mendekati angka 60 persen.

"Ini terjadi gap imunisasi di beberapa provinsi. Kalau kita lihat, perlu apresiasi beberapa provinsi, sekalipun di masa pandemi, seperti Banten, malah bisa mencapai 78,8 persen, lebih tinggi sedikit dari target nasional," kata Maxi, dilansir Antara, Selasa (30/11).

Provinsi lain yang cakupan imunisasi dasarnya sudah di atas 60 persen, antara lain Sulawesi Selatan, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bali, Gorontalo, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Timur dan Jambi.

"Ini mestinya jadi pembelajaran bagi provinsi lain, kenapa provinsi yang saya sebut tadi itu bisa mencapai atau mendekati target," katanya.

Maxi menerangkan bahwa dampak dari cakupan imunisasi yang rendah dan tidak merata di beberapa wilayah akan menimbulkan akumulasi populasi yang rentan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Paling buruk, akan terjadi kejadian luar biasa (KLB) yang diakibatkan dari infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit, seperti difteri ataupun campak dan rubela.

Maxi menodorong setiap daerah untuk meningkatkan cakupan imunisasinya lantaran program imunisasi nasional ini dilakukan oleh pemerintah daerah, mulai dari tingkat desa atau kelurahan dan hingga kecamatan.

Dia mengungkapkan saat ini sudah muncul KLB dari penyakit difteri serta campak dan rubela di beberapa wilayah Indonesia. Munculnya KLB penyakit yang sudah lama hilang tersebut dikarenakan menurunya cakupan imunisasi pada Tahun 2020 dan 2021 akibat pandemi COVID-19. Kemenkes minta pemda tingkatkan imunisasi dasar yang baru 58,4 persen. (mdk/eko)

Baca juga:
Warga Jakarta Diminta Lengkapi Imunisasi Dasar Anak
Kemenkes Sebut Imunisasi Dasar Anak Menurun Sejak 2020
Kemenkes: Penurunan Imunisasi Selama Pandemi Berpotensi Picu KLB
Ekspresi Murid SD saat Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah
Menuju Kemandirian di Bidang Kesehatan, 14 Jenis Vaksin Perlu Diproduksi Dalam Negeri
Upaya Menghapus Polio pada Daerah Berisiko Tinggi di Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami