Kemenkes Optimalkan Peran Puskesmas Bantu Tracing Pasien Covid-19

Kemenkes Optimalkan Peran Puskesmas Bantu Tracing Pasien Covid-19
rapid test mandiri. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki
PERISTIWA | 2 Maret 2021 15:04 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan mengoptimalkan peran tenaga kader Puskesmas dan Babin Kamtibmas di setiap wilayah untuk membantu proses tracing pasien Covid-19 kepada masyarakat. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono, tracing terhadap pasien COVID-19 merupakan salah satu upaya penanganan pandemi yang lebih intensif di sektor hulu.

"Jumlah kader Puskesmas dan Babin Kamtibmas yang akan diperbantukan sebanyak 80.000 sampai 100.000 orang yang akan kami kerahkan untuk menjangkau sektor hulu dalam upaya 'tracing' pasien COVID-19," ujar Dante saat menjadi pembicara dalam webinar Peringatan Setahun Pandemi COVID-19 bertajuk 'Inovasi Indonesia Untuk Indonesia Pulih', di Auditorium Gedung BJ Habibie, Jakarta dilansir Antara, Selasa (2/3).

Dengan penguatan pada aksi tracing ini, kata Dante, angka mortality rate atau laju angka kematian pada suatu populasi diharapkan bisa ditekan karena potensi kasus yang terindikasi telah masuk fase stadium berat bisa dideteksi lebih cepat.

"Dalam hal ini, masyarakat nantinya akan dicari, bukan lagi menunggu diagnosa," katanya.

Para kader dan petugas Babin Kamtibmas itu akan mendatangi langsung masyarakat, mencari tahu informasi dalam rangka tracing terhadap mereka yang belum sempat terdiagnosa meski sempat memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

Dante mengatakan, tracing selama ini masih dihadapkan pada tantangan seputar stigma negatif yang muncul di masyarakat terhadap pasien COVID-19. Kekhawatiran akan dikucilkan masyarakat saat terpapar COVID-19 membuat aksi tracing kerap terkendala.

"Dalam hal ini, selain mengerahkan bantuan kader dan Babin Kamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kami juga akan terus melakukan kegiatan promotif agar masyarakat mengerti proses diagnosa dini ini," katanya.

Dante meyakini, dengan pelaksanaan tracing yang baik, disertai testing yang akurat, upaya penurunan mortality rate juga penanganan COVID-19 bisa semakin baik. (mdk/ray)

Baca juga:
Mensos Risma Sebut Santunan Keluarga Korban Covid-19 Dihentikan karena Dana Terbatas
Pemkot Denpasar Berencana Manfaatkan Indekos untuk Isolasi OTG-GR Covid-19
Satgas: 92 Persen Kasus Kematian Covid-19 di Jatim Penderita Komorbid Diabetes
6 Anggota DPRD Solo Positif Covid-19, 3 Hadir Saat Pelantikan Gibran
Perempuan AS Pakai Uang Bantuan Covid-19 Rp 2 Miliar untuk Belanja Barang Mewah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami