Kemenkes Pastikan Data Harian Kasus Covid-19 Angka Real Time

Kemenkes Pastikan Data Harian Kasus Covid-19 Angka Real Time
Pasien Covid-19. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 29 Januari 2022 13:16 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi memastikan laporan data harian penambahan kasus positif Covid-19 merupakan data real time. Artinya, data temuan kasus berdasarkan kondisi lapangan.

"Datanya real time. Begitu mereka deteksi positif langsung masuk ke dalam catatan," kata Nadia dalam diskusi daring, Sabtu (29/1).

Dia menuturkan, penambahan kasus yang cukup tinggi mulai terjadi dalam 2 minggu. Hal ini diduga akibat penularan Covid-19 varian Omicron.

Nadia mengingatkan masyarakat tidak menurunkan kewaspadaan akan penularan virus, meski dampak Omicron tidak lebih parah dibandingkan varian Delta.

"Kalau kita lihat walau terjadi peningkatan kasus tinggi tidak diiringi tingkat keparahan atau kematian," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Data Kasus 28 Januari 2022

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 per tanggal 28 Januari 2022 terjadi penambahan kasus sebanyak 9.905 kasus. Sehingga, total kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 4.319.175 kasus. Kasus konfirmasi didapatkan dari hasil tes 372.884 spesimen.

Sementara untuk kasus kesembuhan juga bertambah 2.028 kasus, sehingga secara akumulasi 4.131.333 warga dinyatakan sembuh dari infeksi Covid.

Kasus kematian juga mengalami penambahan pada hari ini sebanyak 7 kasus. Penambahan ini mencatatkan 144.268 warga dinyatakan meninggal akibat Covid.

Sementara untuk kasus aktif bertambah 7.870 menjadi 43.574 kasus. Kasus aktif merupakan istilah bagi pasien yang masih menjalani perawatan isolasi baik di rumah sakit ataupun tempat isolasi terpusat.

Di satu sisi, Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr. Erlina Burhan meyakini jumlah kasus yang dilaporkan lebih besar.

Sebab, menurut Erlina banyak masyarakat enggan melakukan pemeriksaan tes PCR saat merasa tidak enak badan. Masyarakat berasumsi saat kondisi tubuh tidak sehat, sakit yang diderita bukan karena infeksi Omicron.

"Masyarakat anggapnya flu biasa. Saya punya pasien flu saya sarankan tes PCR supaya lebih waspada karena kalau flu biasa masyarakat bersikap biasa saja," kata Erlina.

Baca juga:
Satgas Covid-19: Data GISAID Ada 1.875 Kasus Omicron di Indonesia per 28 Januari 2022
PERSI Ungkap Penyebab Pasien Covid-19 Gejala Ringan Minta Dirawat di RS
Crowd Free Night Nanti Malam, Ini Ruas Jalan di DKI Dijaga Polisi
Kemenkes Klaim Pengendalian Covid-19 di Indonesia Dibanding 5 Negara Ini
2.525 Kasus Covid-19 di DKI Mayoritas Disumbang dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami