Kemenkes Terima 4 Unit Hibah Alat Skrining Pertumbuhan Anak

Kemenkes Terima 4 Unit Hibah Alat Skrining Pertumbuhan Anak
Bayi gizi buruk. ©2019 Merdeka.com
NEWS | 22 Mei 2022 20:05 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan menerima empat unit alat Genetic Screening Processor (GSP) dan DBS Puncher PerkinElmer, sebagai hibah dari PT UBC Medical Indonesia. Alat tersebut dimanfaatkan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Hasan Sadikin, RSUP Dr. Sardjito, dan RSUD Dr. Soetomo.

Dirjen Pelayanan Kesehatan, Prof. Dr. Abdul Kadir, mengatakan, alat tersebut diperuntukan skrining sindrom hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir untuk mencegah stunting dan keterbelakangan mental.

Hipotiroid Kongenital adalah keadaan menurun atau tidak berfungsinya kelenjar tiroid yang didapat sejak bayi baru lahir. Kondisi ini dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak dan membuat anak mengalami keterbelakangan mental.

"Skrining bertujuan agar pengobatan dapat diberikan sejak dini sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan normal," kata Abdul, dikutip pada Minggu (22/5).

2 dari 2 halaman

Abdul mengatakan, skrining hipotiroid kongenital pada tahun ini akan mulai diakses oleh seluruh bayi baru lahir di Indonesia dengan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional. Skrining dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan yang sudah bekerja sama dengan BPJS.

Dia juga menjelaskan bahwa Genetic Screening Processor (GSP) dan DBS Puncher PerkinElmer digunakan untuk pemeriksaan kadar TSH dari sampel tetesan darah kering. Sampel tetesan darah yang diambil dari bayi baru lahir akan dikirimkan ke pusat rujukan pemeriksaan skrining hipotiroid kongenital.

"Kadar TSH

Dia berharap, hibah alat automatic ini akan dapat memperbesar kapasitas pemeriksaan dari masing-masing rumah sakit hingga mencapai 2400 tes per hari. Peningkatan kapasitas pemeriksaan menurut Abdul sangat penting, agar mencapai target skrining yang dicanangkan oleh pemerintah.

Baca juga:
Update Covid-19 21 Mei 2022: Kasus Positif Bertambah 263 Orang
Update Covid-19 Hari Ini 20 Mei 2022: Kasus Tambah 250 Positif
Hari Kebangkitan Bangsa, Wamenkes Ajak Bangkit Bersama dari Pandemi Covid-19
Kemenkes: Hepatitis Akut Kecil Menjadi Pandemi karena Tak Ganggu Aktivitas Masyarakat
Menkes Sebut Hepatitis Akut Tidak Timbulkan Klaster
Menkes: Lebih dari 75 Persen Hepatitis Akut Serang Anak di Bawah 5 Tahun

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami