Kemenkes Ungkap Gejala Spesifik Cacar Monyet, Beda dengan Cacar Biasa

Kemenkes Ungkap Gejala Spesifik Cacar Monyet, Beda dengan Cacar Biasa
Antisipasi Cacar Monyet di Bandara Soekarno-Hatta. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 25 Mei 2022 05:03 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengemukakan, pembengkakan pada kelenjar getah bening menjadi gejala spesifik yang membedakan penderita cacar monyet atau monkeypox dengan cacar pada umumnya.

"Yang menjadi pembeda ada pembengkakan kelenjar getah bening (Limfadenopati) pada leher dan selangkangan," kata Mohammad Syahril saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti dari YouTube di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (24/5).

Syahril mengatakan, gejala lain pada cacar monyet ditandai dengan sakit kepala, sakit kepala hebat, demam tinggi, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Pada umumnya virus membutuhkan masa inkubasi selama 6 hingga 16 hari. Tetapi pada kasus lainnya ada yang dapat mencapai 5 hingga 21 hari.

"Untuk fase prodromal atau invasi selama 1-3 hari," katanya.

2 dari 3 halaman

Jika sudah mencapai tahap erupsi atau fase paling infeksius, kata Syahril, ditandai dengan ruam atau lesi pada kulit, biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening (blister), lepuh berisi nanah (pustule), kemudian mengeras (krusta) atau keropeng lalu rontok.

"Biasanya diperlukan waktu hingga 3 pekan sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok dengan sendirinya," katanya.

Syahril mengatakan, cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili Poxviridae yang bersifat highly pathogenic. "Cacar monyet termasuk dalam kriteria zoonosis (penyakit hewan)," katanya.

3 dari 3 halaman

Virus pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958. Sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970 di Kongo.

Dia mengatakan, penularannya melalui kontak erat dengan hewan atau manusia yang terinfeksi, atau benda yang terkontaminasi virus seperti darah, air liur, cairan tubuh, lesi kulit, droplet pernapasan.

"Sejauh ini di Indonesia belum ada laporan kasus cacar monyet dan secara global tidak ada kematian akibat kematian cacar monyet," katanya.

(mdk/rnd)

Baca juga:
WHO: Tidak Ada Bukti Virus Cacar Monyet Bermutasi
WHO Sebut Tidak Perlu Vaksinasi Cacar Monyet Massal, Asal Lakukan Langkah-Langkah Ini
Serupa Tapi Tak Sama, Begini Cara Membedakan Cacar Monyet dan Cacar Air
Cara Penularan Cacar Monyet, Kenali Gejala dan Pencegahannya
Joe Biden: Semua Orang Harus Khawatir dengan Wabah Cacar Monyet
WHO Perkirakan Kasus Cacar Monyet Makin Bertambah di Seluruh Dunia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini