Kemenpora Sebut Atlet SEA Games Dicoret Bukan karena Keperawanan namun Indisipliner

PERISTIWA | 29 November 2019 15:53 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan klarifikasi terkait kabar pemulangan atlet senam Shalfa Avrila Siani oleh Persatuan Senam Indonesia (Persani). Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menuturkan, persoalan pemulangan atlet tersebut bukan terkait masalah keperawanan, melainkan tindakan indisipliner dari sang atlet.

"Kami langsung call Bu Ita (Yuliati Irawan) dari Persani, dan infonya sebagai berikut, katanya tidak betul ada pemulangan paksa oleh pelatih Persani. Yang benar kata Pak Indra (pelatih Shalfa yang di Jatim) bahwa atlet tersebut indisipliner dan kurang fokus dan berdampak pada prestasi yang menurun," kata Gatot S. Dewa Broto dalam siaran tertulis, Jumat (29/11).

Gatot melanjutkan, "Sehingga diputuskan pelatihnya tidak disertakan di SEA Games. Dan digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi."

Sebelumnya beredar kabar Shalfa dipulangkan paksa dari Pelatnas SEA Games oleh Persani, karena dianggap sudah tidak perawan.

Menurut Gatot, Kemenpora kaget dan prihatin dengan munculnya kabar tersebut, namun Persani kemudian menjelaskan bahwa isu keperawanan itu tidak benar.

Gatot mengatakan dalam olahraga termasuk senam ada proses promosi dan degradasi. Atlet yang mampu menunjukkan performa meningkat akan promosi ke tim utama. Sebaliknya jika tidak bisa menunjukkan kualitas, maka akan tersisih dan diganti atlet lain.

"Jadi tidak ada hubungannya dengan masalah, mohon maaf, cek keperawanan. Sesuai dengan Perpres 95 Tahun 2017, hak promosi dan degradasi atlet memang ada di cabor (cabang olahraga), bukan di Kemenpora maupun KONI," kata dia.

Kemenpora akan menindak tegas induk cabang olahraga apabila melakukan pemulangan atlet tanpa ada alasan bisa diterima dengan akal.

"Tetapi jika benar bahwa pemulangan atlet itu karena dugaan masalah keperawanan yang dikatakan pelatihnya, kami akan tindak tegas. Karena ini selain masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga itu tidak ada hubungannya dengan soal prestasi," tutup Gatot. (mdk/cob)

Baca juga:
Dituduh Tidak Perawan, Atlet Senam Asal Kediri Dicoret dan Gagal Ikut Sea Games
Strategi dan Prediksi Susunan Timnas U23 Hadapi Singapura di SEA Games 2019
Atlet-atlet Cantik yang Siap Harumkan Indonesia di Ajang SEA Games 2019
Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2019
Hasil Sea Games 2019: Timnas Indonesia Taklukkan Thailand 2-0
Lepas Kontingen SEA Games, Jokowi Minta Indonesia Masuk 2 Besar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.