Kemenpu-PR bangun rusunawa di Solo buat warga bergaji Rp 2,5 juta

PERISTIWA | 24 Januari 2018 12:07 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemenpu-PR), tahun ini akan membangun dua tower rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Solo. Dua tower rusunawa tersebut dibangun di lahan seluas 1,5 hektare (Ha) di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kecamatan Jebres.

Kepala UPT Rumah Sewa Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP), Toto Jayanto mengatakan, pembangunan rusunawa tersebut sebagai upaya pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi warga berpenghasilan rendah di Kota Solo.

Sebelum dua tower rusunawa tersebut, satu tower lainnya telah dibangun di tanah Hak Pakai (HP) Pemkot Nomor 20 di lokasi yang sama. Saat ini, lanjut Toto, baru dalam proses lelang di pemerintah pusat.

"Rusunawa ini akan dibangun dengan tipe 36 setara rumah bersubsidi dengan dua kamar tidur. Ada kamar tidur anak dan orangtua dan kamar mandi. Nanti dilengkapi lemari, dapur, serta jemuran," jelas Toto, Rabu (24/1).

Ia menerangkan, kapasitas satu tower rusunawa dibangun 74 unit, 2 unit di antaranya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Jika dibandingkan sebelumnya, rusunawa yang akan dibangun kali ini lebih besar. Dulu hanya tipe 24 dengan 1 kamar tidur, 1 kamar mandi dan tanpa mebeler.

Toto menambahkan, saat ini sudah ada ratusan warga yang mendaftarkan diri sebagai calon penghuni. Pihaknya harus melakukan seleksi dan memasukkan dalam daftar tunggu penghuni rusunawa. Para pendaftaran ini disyaratkan berpenghasilan terendah yakni upah minimum kota (UMK) hingga Rp 2,5 juta. Kemudian ber-KTP Solo, sudah menikah dan belum memiliki rumah.

Setelah dua tower tersebut selesai dibangun, Pemkot berencana mengajukan bantuan anggaran lagi ke Kemenpu dan PR untuk pembangunan rusunawa lainnya.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo menyampaikan, setiap penghuni rusunawa diwajibkan mematuhi tenggat waktu bermukim yang ditetapkan Pemkot. Berdasarkan Perwali Nomor 15/2016 tentang Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa, masing-masing penghuni hanya diizinkan memperpanjang sewa sebanyak lima kali terhitung sejak 2016.

"Tinggal di rusunawa itu ibaratnya hanya batu loncatan saja. Para penghuni harus bercita-cita punya rumah sendiri. Jangan tinggal di situ terus," tandasnya. (mdk/rhm)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.