Kemensos Bakal Alokasikan Rp1 Triliun Atasi Kemiskinan di Banten

PERISTIWA | 7 Desember 2019 03:02 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sebanyak 654.460 orang di Banten belum sejahtera. Nominal bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) telah menjangkau 271.522 keluarga dengan nominal bantuan Rp920 miliar selama tahun 2019.

Untuk tahun 2020, Kemensos telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp32 triliun untuk PKH. Sebesar Rp1 triliun akan dialokasikan ke Banten.

Direktur Jenderal Jaminan Sosial Kemensos RI MO Royani menuturkan, untuk kriteria penerima bantuan secara wilayah di Kabupaten/Kota di Banten akan dilihat dari presentasi kemiskinan. Berdasarkan data kemiskinan, Kabupaten Pandeglang akan mendapat perhatian khusus mendapat program penerima bantuan keluarga harapan.

"Nanti antara lain kriteria penerima itu secara wilayah kita lihat tingkat presentasi kemiskinan. Tinggal kita lihat saja presentasi kemiskinan di kabupaten kota di Banten. kelihatannya Pandeglang akan mendapat perhatian lebih," katanya saat memberikan bantuan PKH di Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten bersama komisi VIII DPR, Jumat (6/12).

Dia berharap, program PKH tersebut dapat mengurangi angka kemiskinan karena menurutnya, target program ini menjadikan masyarakat mandiri secara ekonomi.

"Kami mengupayakan mereka dari tangan di bawah menjadi tangan di atas, artinya ada KPM yang graduasi mereka lulus sejahtera mandiri dan mereka tidak lagi menerima bantuan sudah mampu," katanya. (mdk/cob)

Baca juga:
Perjuangan Ibu Besarkan Anak Derita Hydrocephalus di Surabaya
Ijazah Siswi dari Keluarga Miskin Ditahan Pihak Sekolah
VIDEO: Perjuangan Dina Rawat Bayi Hydrocephalus Setelah Ditinggal Kabur Suami
Kisah Pilu Istri di Surabaya Ditinggal Suami Usai Lahirkan Bayi Hydrocephalus
Nenek Sumirah Hidup Sebatang Kara, Jualan Sapu Lidi agar Tidak Mengemis
Ma'ruf Amin Harap Hasil Rapimnas Kadin Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.