Kemensos Minta Aplikator Tingkatkan Kemampuan untuk Susun Rencana Kerja

Kemensos Minta Aplikator Tingkatkan Kemampuan untuk Susun Rencana Kerja
PERISTIWA | 5 Agustus 2020 00:33 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, MO Royani meminta para aplikator pusat dan daerah meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan. Hal ini agar dapat menyusun dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL) dengan baik.

"Betapa pentingnya peran aplikator dalam perencanaan atau penyusunan RKA-K/L sehingga para aplikator perlu meningkatkan kapasitas," kata Roni, sapaan karibnya, saat membuka dan memberi arahan pada Pemantapan Aplikator Perencanaan Program Perlindungan dan Jaminan Sosial di Jakarta, Selasa (4/8).

Dia mengatakan aplikator merupakan komponen yang cukup strategis dalam penyusunan RKA K/L. Selain meningkatkan kapasitas personal, Roni menyebut, aplikator di tingkat pusat juga memiliki tugas meningkatkan kapasitas para aplikator di daerah.

"Hal itu dilakukan supaya pengetahuan dan keterampilan semua aplikator terupdate sehingga tercipta kesinambungan antara tim perencananya dan pelaksananya," ujar dia.

Tidak hanya itu, Roni juga mengingatkan kepada semua aplikator yang mengikuti kegiatan baik dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring), agar memahami program-program lintas satuan kerja, jika perlu lintas Kementerian/Lembaga.

"Mari kita tingkatkan kapasitas kita dengan memahami program-program lain, jadi kita tidak hanya berkutat dengan program sendiri. Ini belum termasuk program-program di luar Kemensos," imbau dia.

Dia mencontohkan program Direktorat Jaminan Sosial Keluarga yang menangani Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam PKH, kata dia, terdapat komponen lansia yang terkait dengan Ditjen Rehabilitasi Sosial dan Kewirausahaan KPM dan Ditjen Pemberdayaan Sosial.

"Seperti PKH, jelas harus mengenal program Dayasos dan Rehsos karena PKH ada komponen lansia dan graduasi KPM yang erat kaitannya dengan wirausaha," tegas Roni.

Roni mengingatkan para aplikator agar mereka tidak hanya bermain di wilayah sendiri, "Yang justru harus dikenali adalah program-program dalam unit kerja lain yang saling terhubung dengan program kita. Kalau sudah mengetahui sesuatu, biasanya kita berhenti belajar," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Kader PDIP Diminta Ikut PKH Kemensos, Proses Seleksi Koordinator Perlu Dikawal
Kemensos Dinilai Jadi Kementerian Paling Tanggap Hadapi Covid-19
Kemensos dan ASJBI Bagikan 500 Sembako Buat Warga di Tanjung Priok
Kemensos Salurkan 2.000 Paket Bansos untuk Lansia
Mensos dan Ketua DPR Salurkan BST di Kabupaten Tangerang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami