Kemensos Minta Penerima Bansos dengan Kualitas Jelek Dikembalikan

Kemensos Minta Penerima Bansos dengan Kualitas Jelek Dikembalikan
PERISTIWA | 31 Mei 2020 19:33 Reporter : Adi Nugroho

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin meminta penerima bantuan sosial supaya mengembalikan bantuan jika yang diterima memiliki kualitas kurang bagus.

"Ketika ada ketidaksesuaian (produk), sampaikan saja, nanti akan kami tindaklanjuti untuk segera diganti," kata Pepen ketika mengecek kualitas sembako yang diterima warga RW 02 Kelurahan Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Bekasi, hari ini.

Dia menjelaskan, item pada bantuan sosial yang tidak sesuai biasanya pada beras. Beras itu bersifat variatif karena banyak penyuplainya. Meski demikian, syarat utama adalah beras tersebut memiliki kualitas premium.

Ketua RW 02 Kelurahan Sepanjangjaya, Mansur Hidayat mengatakan, hampir 90 persen warganya yang mendapatkan bantuan telah menerima bantuan sosial.

"Saya bisa pastikan warga yang betul-betul berhak sudah tercover bantuan dan tidak ada tumpang tindih penerima," katanya.

Pada tahap ini, dia memprioritaskan warga yang belum pernah menerima bantuan sama sekali.

"Yang belum pernah menerima apapun dibagikan dulu, baru mereka ada yang dapet double, rata-rata yang dapet double memang dari segi ekonomi mereka sangat membutuhkan," katanya.

Mekanisme itu ditempuh melalui musyawarah dengan warga. "Apabila sembako yang datang mungkin (jumlahnya) agak besar, sudah ada kesepakatan dengan warga penerima bahwa itu akan dibelah," katanya menambahkan.

1 dari 1 halaman

Tidak Tumpang Tindih Bantuan

Dia juga menjamin tidak ada tumpang tindih bantuan. Yakni kondisi di mana warga tidak menerima bantuan sebanyak dua kali dalam satu tahap yang mencakup bantuan sembako penanganan Covid-19 maupun bantuan reguler seperti PKH dan BPNT.

"Mereka kita tawarkan alternatif, kalau mereka (penerima bantuan PKH) terima (bantuan sembako), konsekuensinya nanti PKHnya dicabut. Jika bantuan (sembako) diserahkan ke orang lain atau dialihkan, ya artinya silakan PKHnya jalan terus," paparnya.

Warga juga diberi pemahaman bahwa bantuan PKH adalah bantuan yang sifatnya rutinitas (reguler).

"Sementara bantuan sembako, baik dari pemerintah kota maupun pemerintah pusat, sifatnya hanya sementara akibat Covid-19. Dengan demikian, warga mengerti dan tidak ada keluhan," ucapnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Menko PMK Sebut Penyaluran Bantuan Covid-19 di Jabar Sudah 80 Persen
Kemensos Pastikan Sembako Diterima Warga Kualitas Baik
Kemensos: Tahap Pertama Bantuan Sosial Tunai Sudah 95 Persen Disalurkan
KPK Ingatkan Pentingnya Data Penerima Bansos
Data Sosial Utuh Dinilai Jadi Modal Pemerintah Galang Partisipasi Warga Lawan Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5