Kemensos Pastikan Sembako Diterima Warga Kualitas Baik

Kemensos Pastikan Sembako Diterima Warga Kualitas Baik
PERISTIWA | 30 Mei 2020 23:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin mengecek kualitas sembako yang diterima warga RW 02 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Sabtu (30/5).

Kepada Ketua RW dan pengurus RT setempat, Pepen mengimbau warga agar dapat langsung mengembalikan atau menukarkan sembako jika didapati sembako yang mereka terima memiliki kualitas produk yang kurang bagus.

"Ketika ada ketidaksesuaian (produk), sampaikan saja, nanti akan kami tindaklanjuti untuk segera diganti," kata Pepen.

Pepen yang hadir bersama Sekretaris Ditjen. Linjamsos MO. Royani menyebut item yang tidak sesuai biasanya ada pada beras lantaran menurutnya beras bersifat variatif.

"Pertama, karena banyak suppliernya. Kedua, banyak kualitas beras yang berbeda, beragam di lapangan. Jadi, itu juga harus kita jaga, sepanjang beras itu sesuai dengan kualifikasi beras premium," terangnya.

Namun, hal berbeda disampaikan salah seorang warga penerima sembako, Sri Mulyati (30), yang ditemui usai sembako diantarkan langsung ke rumah kontrakannya oleh Pepen. Nyatanya, sembako yang ia terima dalam kondisi bagus.

"Alhamdulillah sih, cukup. Menurut saya, yang sekarang mah bagus ya, kualitasnya bagus. Alhamdulillah, masih ada sih berasnya, masih cukup buat dua minggu sampai sebulan ke depan," ujarnya.

90% Warga Sudah Terima Sembako Tahap 3

Sementara itu, hampir 90 persen warga Sepanjang Jaya telah menerima bantuan sosial (bansos) sembako Presiden tahap ketiga yang disalurkan melalui Kementerian Sosial.

"Saya bisa pastikan warga yang betul-betul berhak sudah tercover bantuan dan tidak ada tumpang tindih penerima," kata Ketua RW 02, Mansur Hidayat saat ditanya presentase penyaluran sembako di wilayahnya, Jumat (29/5).

Pada tahap ini, ia memprioritaskan warga yang belum pernah menerima bantuan sama sekali.

"Yang belum pernah menerima apapun dibagikan dulu, baru mereka ada yang dapet double, rata-rata yang dapet double memang dari segi ekonomi mereka sangat membutuhkan," jelas Mansur.

Mekanisme itu ia tempuh melalui musyawarah dengan warga. "Apabila sembako yang datang mungkin (jumlahnya) agak besar, sudah ada kesepakatan dengan warga penerima bahwa itu akan dibelah," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tidak adanya tumpang tindih yaitu kondisi dimana warga tidak menerima bantuan sebanyak dua kali dalam satu tahap yang mencakup bantuan sembako penanganan Covid-19 maupun bantuan reguler seperti PKH dan BPNT.

"Mereka kita tawarkan alternatif, kalau mereka (penerima bantuan PKH) terima (bantuan sembako), konsekuensinya nanti PKHnya dicabut. Jika bantuan (sembako) diserahkan ke orang lain atau dialihkan, ya artinya silakan PKHnya jalan terus," paparnya.

Karena, kata dia, warga juga diberi pemahaman bahwa bantuan PKH adalah bantuan yang sifatnya rutinitas (reguler).

"Sementara bantuan sembako, baik dari pemerintah kota maupun pemerintah pusat, sifatnya hanya sementara akibat Covid-19. Dengan demikian, warga mengerti dan tidak ada keluhan," pungkasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Kemensos: Tahap Pertama Bantuan Sosial Tunai Sudah 95 Persen Disalurkan
KPK Ingatkan Pentingnya Data Penerima Bansos
KPK Luncurkan 'JAGA Bansos' Cegah Penyimpangan Penanggulangan Covid-19
Kemendagri dan KPK Sepakat Perlunya Data Penerima Bansos Berbasis NIK
Temuan Beras Bansos Tak Layak Konsumsi, DPRD OKU Minta Penjelasan Kadis Sosial

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5