Kemensos Sosialisasi Program Sembako Tahun 2020, Apa yang Berbeda?

PERISTIWA | 23 Januari 2020 11:07 Reporter : Rizlia Khairun Nisa

Merdeka.com - Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Ditjen PFM) Kemensos menggelar Sosialisasi Program Sembako Tahun 2020, pada hari Selasa, (22/1) bertempat di Swiss-Belhotel Mangga Besar, Jakarta.

Sebanyak 1.600 peserta mengikuti acara ini, mereka terdiri dari para Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Sosial, dan Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (Korteks) dari seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Acara turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kemendagri, Kemenkeu, para pejabat eselon 1 dan 2 lingkungan Kemensos, dan mitra kerja Kemensos dari berbagai instansi/lembaga. Dirjen PFM, Andi ZA Dulung menyampaikan Sosialisasi Program Sembako Tahun 2020 penting dilakukan karena ada beberapa perubahan yang perlu dijelaskan kepada para mitra kerja Kemensos, terutama di daerah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

"Tahun ini awal pelaksanaan Program Sembako yang merupakan perluasan manfaat pelaksanaan dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)," ujar Andi ZA Dulung mengawali laporannya. Sosialisasi ini, lanjut Andi, juga diperlukan untuk membangun kesepahaman dan gerak langkah yang sama dalam menyukseskan penyaluran program Sembako Tahun 2020.

"Mulai tahun 2020 ini, ada kenaikan bantuan dari Rp110.000 menjadi Rp150.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per bulan. Penambahan Rp40.000 ini, untuk membeli bahan pangan yang sudah ditentukan pemerintah," jelas Andi.

Program Sembako: Bahan makanan beragam

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan pada program Sembako, indeks bantuan ditingkatkan dan jenis komoditas yang dapat dibeli oleh KPM diperluas tidak hanya berupa beras dan telur seperti program BPNT.

Menteri Sosial Juliari P Batubara di Acara Sosialisasi Program Sembako Tahun 2020 ©2020 Merdeka.com

"Program BPNT yang kini disebut program Sembako merupakan salah satu janji kampanye Presiden Jokowi. Apa bedanya BPNT dengan program sembako? Kemarin indeks BPNT Rp 110.000, sekarang menjadi Rp 150.000. Ada penambahan Rp 40.000,-. Sesuai peraturan, itu dialokasikan untuk membeli beberapa bahan makanan seperti daging, ayam, ikan dan sayur-sayuran. Inilah yang kemudian direferensikan Bapak Presiden sebagai Sembako Murah," ujar Mensos Juliari P Batubara.

Penambahan bansos ini dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk membeli bahan pangan lebih bervariasi. Selain itu, ungkap Juliari, program Sembako ini juga bertujuan untuk dapat membantu pencegahan stunting dengan memperhatikan gizi dari bahan pangan yang diberikan.

"Seperti kita ketahui, tingkat stunting cukup tinggi sehingga Kementerian Sosial ingin berkontribusi dalam penanganan masalah stunting," jelas Juliari.

Penyaluran dana program Sembako serentak dilakukan setiap bulan. Bulan Januari 2020 ini, Kemensos menggelontorkan sekitar Rp 2 Triliun. Penyaluran masih sama seperti BPNT, dilakukan melalui mekanisme uang elektronik dengan alat pembayaran berupa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). "Distribusinya tidak berubah, tetap non tunai dan masih menggunakan KKS," kata Mensos.

Adapun jumlah penerima bantuan program Sembako juga masih sama seperti sebelumnya, yakni 15,6 juta KPM. Namun, Kemensos akan melakukan evaluasi sebab pada tahun 2019 lalu jumlah penerima manfaat mencapai 15,1 juta warga.

"Ada perbedaan sekitar 500 ribu PMH itu yang akan direview ulang," ujar Mensos. Terkait data PMH ini, Kemensos meminta kerja sama dari daerah kabupaten/kota untuk memberikan up date data warga penerima manfaat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. "Mohon kerja sama dari teman-teman di daerah, khususnya Kabupaten/Kota untuk lebih rajin mengirimkan feedback kepada kami (Kemensos). Sehingga data-data Penerima Manfaat benar-benar bisa ter-update," pinta Mensos.

Kemensos Gelontorkan Rp 7 Triliun untuk PKH

Selain menyalurkan program Sembako senilai Rp 2 triliun, Kemensos juga mendistribusikan dana sekitar Rp 7 triliun untuk untuk Program Keluarga Harapan (PKH). Penyaluran dana Ini dilakukan Pemerintah untuk mengurangi beban dan meningkatkan konsumsi di kalangan masyarakat berpendapatan rendah.

Menteri Sosial Juliari P Batubara di Acara Sosialisasi Program Sembako Tahun 2020 ©2020 Merdeka.com

"Saya sudah janji kepada bapak Presiden, mulai bulan Januari ini menyalurkan program Sembako, minimal Rp 2 triliun per bulan. Untuk PKH sendiri bulan ini sekitar Rp7 triliun," ujar Menteri Sosial, Juliari P Batubara.

Bantuan sosial (Bansos) perlu segera disalurkan untuk mengurangi beban dan meningkatkan konsumsi di kalangan masyarakat berpendapatan rendah.

"Ekonomi kan sekarang sedang mengalami perlambatan sehingga yang paling cepat apa, ya program-program seperti ini. Uang segera turun, diterima penerima manfaat yang kemudian dibelanjakan," kata Mensos.

Dirjen PFM Kemensos mengungkapkan rasa optimisnya Program Sembako 2020 bersama semua instansi dan lembaga, serta Himbara dapat memberikan kepuasaan bagi penerima manfaat. Melalui program sembako juga dapat memberikan akses kepada KPM untuk memperoleh bahan pokok lain dan menambah kandungan gizi. (mdk/hhw)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.