Kemhan & Rusia Teken Kontrak Pembelian Puluhan Tank & Kendaraan Tempur Untuk TNI

PERISTIWA | 23 April 2019 18:41 Reporter : Ramadhian Fadillah

Merdeka.com - Alat utama sistem persenjataan TNI semakin canggih. Kementerian Pertahanan RI melalui Badan Sarana Pertahanan Kemhan bersama dengan JSC Rossoboronexport Rusia melakukan penandatanganan kontrak pengadaan (MoU) Tank BMP-3F dan kendaraan tempur (ranpur) atau tank angkut personel BT-3F.

Penandatanganan kontrak dilakukan PLT Kabaranahan Brigjen TNI Bambang Kusharto dengan Advisor of General Director JSC RossoboronexportKonstantin V. Suetin dan Kiriil S Karev dengan disaksikan Sekjen Kemhan Laksdya TNI Agus Setiadji, senin (23/4).

Sekjen Kemhan mengungkapkan penandatanganan ini merupakan rencana strategis untuk meningkatkan kemampuan marinir yang disegani baik lokal, regional maupun global.

Tidak menutup kemungkinan kedepan pihak Indonesia akan masih melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan pihak Rossoboronexport tetapi kata kunci bagi Indonesia bahwa setiap pengadaan barang dan jasa harus melibatkan industri dalam negeri sebagai counterpart dalam proses ToT.

Seperti halnya Sekjen Kemhan, PLT Kabaranahan mengatakan bahwa ini merupakan bukti pemerintah Indonesia khususnya TNI AL menaruh kepercayaan terhadap produk-produk Rusia dalam hal ini penyediaan tank atau ranpur.

Kontrak pengadaan 22 unit tank BMP-3F ini merupakan pengadaan ketiga kalinya sedangkan untuk 21 unit pengadaan ranpur atau tank angkut personel BT-F merupakan yang pertama dan ini merupakan desain dari marinir.

Pemerintah Indonesia yakin bahwa pemerintah Rusia khususnya JSC Rossoboronexport akan mengerahkan segenap kemampuan untuk menghasilkan produk berupa tank BMP-3F dan tank atau ranpur BT-3F dengan kualitas terbaik.

PLT Kabaranahan berharap seluruh pekerjaan dapat diserahkan tepat waktu tanpa mengabaikan sisi kualitas sesuai Opsreq dan Spektek pada kontrak. Adapun nilai kontrak tersebut masing-masing untuk tank BMP-3F senilai USD 108 juta dan tank/ranpur personel BT-3F senilai USD 67,2 juta.

Pengadaan yang dibiayai dari pinjaman luar negeri Renstra 2015-2019 ini merupakan bagian dari modernisasi alutsista TNI sesuai dengan perencanaan strategis pertahanan negara guna memenuhi Program Minimum Essential Force (MEF) tahap 2 (dua) pada Renstra 2015-2019. (mdk/ian)

Baca juga:
164 Tank Harimau Buatan Pindad Bakal Dibeli 2 Negara di Asia
Alugoro-405 Cetak Sejarah, ini Kehebatan Kapal Selam Buatan Indonesia
Deretan Alutsista TNI Berkelas Dunia Buatan Indonesia
Kemenhan Beri Proyek Pengadaan Alutsista ke BUMN Senilai Rp 21,9 T
Deretan Kapal dan Jet Tempur TNI Sergap Penyusup Masuk Wilayah RI
Tak Hanya TNI, Ini Penyebab Senjata Buatan Indonesia Dibeli Banyak Negara

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.