Kemiskinan membuat warga Tangsel ini tinggal di gubuk berbahan spanduk

PERISTIWA | 17 September 2018 03:03 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Kemiskinan memaksa Endang (51) warga Pondok Jagung, kecamatan Serpong Utara Tangerang Selatan, hidup menumpang di gubuk yang dia buat dari bahan-bahan sisa yang dikumpulkan.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai juru parkir ini tergolek lemas di atas tumpukan kasur kapuk yang dia susun di gubuk buatannya di atas lahan milik orang lain.

Beralaskan tanah, berdinding papan bercampur spanduk serta beratap potongan asbes dan terpal, Endang hidup bersama dua anak perempuannya. Hidup prihatin ini, dia jalani sejak tahun 2015 lalu saat Endang bersama dua putrinya Eriyanti Safitri (14) dan Desi Natalia (13), ditinggal sang istri yang meninggal dunia akibat sakit.

"Saya sudah dari 2015 tinggal seperti ini, pernah punya rumah saya jual, buat berobat," tuturnya saat ditemui, Minggu (16/9).

Warga miskin di Pondok Jagung ©2018 Merdeka.com/Kirom

Pekerjaan yang dia jalankan pun tak jelas, pernah dia menjadi sopir panggilan, bantu beres-beres rumah dan memang rutin menjadi juru parkir di toko minimarket dekat tempat tinggalnya sekarang.

"Apa sajalah, yang penting biasa buat anak-anak saya sekolah. Kalau enggak kerja, ya engga bisa makan," kata dia.

Sekarang, penyakit kakinya kembali kambuh. Sudah dua minggu belakangan, Endang hanya terkulai lemas di atas kasur di gubuk tersebut sambil ditemani kedua putrinya.

"Kalau pagi ditemani anak, kalau malam mereka pulang ke rumah nenek dari istri saya," kata dia.

Diapun tak mengerti dengan penyakit kaki yang dialami sejak lama itu, menurutnya saat ini, luka di kedua kakinya semakin menjadi-jadi. Bahkan dia juga mengeluhkan asam lambungnya yang sering naik hingga jantung yang berdebar-debar.

"Ya obat warung saja, asal hilang sakitnya," kata Endang.

Dia juga mengaku pernah mendapat bantuan keluarga dan tetangganya berobat ke Puskesmas terdekat. Tapi dinyatakan sehat, hal itu juga diperjelas dari hasil pemeriksaan darah.

"Tadinya kata orang-orang kena diabetes. Tapi kemarin periksa di Puskesmas, enggak ada diabetes tapi saya engga tahu penyakit apa, dan belum sembuh-sembuh," katanya.

Baca juga:
Di Meksiko, pemerintah Jokowi cerita soal kesuksesan program PKH tekan kemiskinan
Komisi XI setujui asumsi makro APBN 2019, salah satunya nilai tukar Rp 14.400 per USD
Momen-momen SBY singgung Jokowi
Mirisnya kehidupan tiga saudara bermental terbelakang di Medan
Anak tewas dianiaya, nenek miskin ditagih RSUD Moewardi Solo Rp 40 juta
B Corp ajak pengusaha gotong royong bangun ekonomi Indonesia

(mdk/bal)