Kemlu: Tidak Ada WNI jadi Korban Tsunami Tonga

Kemlu: Tidak Ada WNI jadi Korban Tsunami Tonga
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 17 Januari 2022 00:32 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyebut tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam bencana tsunami di Tonga setelah sebuah gunung berapi bawah laut meletus pada Sabtu (15/1) yang melumpuhkan jalur komunikasi.

"Samoa dan Cook Islands juga terdampak. KBRI Wellington sudah hubungi simpul WNI di masing-masing tempat dan dilaporkan tidak ada WNI yang jadi korban," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu, Judha Nugraha dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (16/1).

KBRI Wellington telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada seluruh WNI yang berada di wilayah akreditasinya.

KBRI juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak di Selandia Baru dan Tonga untuk mengetahui kondisi para WNI di Tonga.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi dapat menghubungi KBRI Wellington di nomor telepon +6521713167 atau via email kepada konsuler.wellington@kemlu.go.id.

Menurut pemerintah Selandia Baru, hingga saat ini belum ada laporan resmi tentang korban pasca letusan gunung berapi dan tsunami di Tonga.

Wilayah yang terdampak paling parah adalah Tongatapu, pulau utama di Tonga, di mana banyak kapal dan perahu dikabarkan telah terdampar ke daratan. (mdk/ded)

Baca juga:
Waspada Tsunami, Orang-Orang di Chile Tinggalkan Pantai
Penampakan Letusan Gunung Api Bawah Laut di Tonga yang Picu Tsunami
Gunung Bawah Laut di Tonga Meletus, Pasifik Selatan Keluarkan Peringatan Tsunami
Penjelasan BMKG soal Prediksi Gempa Megathrust Selat Sunda M 8,7 Perlu Diwaspadai
BMKG: Klaster Kegempaan Beberapa Daerah Mencolok
5.000 Warga Tulungagung Tinggal di Pesisir Rawan Tsunami, Ini Kata Bupati Maryoto
Mengenang 17 Tahun Tsunami Aceh Lewat Pameran Foto dan Doa Bersama

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami