Kena OTT KPK, Bupati Indramayu Supendi Pernah Diingatkan Ridwan Kamil Jauhi Korupsi

PERISTIWA | 16 Oktober 2019 19:34 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara mengenai operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Indramayu, Supendi. Ridwan Kamil mengatakan, sudah mengingatkan mengenai godaan saat menjadi pejabat publik.

Menurut dia, perkembangan situasi politik terus dipantau meski dia sedang berada di Thailand dalam rangka menghadiri acara UN Economic and Social Commision untuk Asia Pasifik dan National Innovation Agency.

Dia mengungkapkan, saat pelantikan Supendi pada 7 Februari 2019 lalu, dia sudah mengingatkan agar menjadi pemimpin selalu menjauhi korupsi. Supendi dilantik setelah bupati sebelumnya, Anna Sophanah mengundurkan diri karena ingin fokus mengurus keluarga.

"Pada saat pelantikan saya sudah ingatkan yang bersangkutan agar menjauhi godaan yang pastinya datang tiap hari. Karena jadi pemimpin itu berat," ujar Kang Emil sapaan Ridwan Kamil, Rabu (16/10).

"Tadinya saya berharap pergantian bupati itu menuju ke arah yang lebih baik. Tapi belum genap satu tahun bupatinya sudah kena OTT, ini sangat memprihatinkan, kasihan warga Indramayu," ucapnya.

Pemprov Jabar sudah memiliki rencana besar bagi Indramayu sebagai penyangga sentral dalam investasi dan pengembangan kawasan. Namun dengan penangkapan oleh KPK, rencana ini akan sedikit banyak mengganggu iklim investasi.

Meski demikian, Emil tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah. Sehingga, ia menyarankan agar Supendi kooperatif dengan penyidik KPK sebagai lembaga tertinggi penjaga good clean government. Di lain pihak, ia menunggu instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memutuskan pimpinan pemerintah Indramayu.

"Kita lihat proses hukumnya seperti apa. Pesan saya agar yang bersangkutan kooperatif. Saya sendiri menunggu instruksi dari Kemendagri terkait status jabatannya masa mendatang. Sementara waktu, wakil bupati mengambil alih roda pemerintahan," kata Emil.

"Sekali lagi jadi pemimpin itu berat. Berat dalam mencapainya, berat juga pertanggungjawabannya. Bukan hanya bertanggung jawab kepada rakyat yang memilih, tapi kepada Sang Pencipta. Semoga ini jadi pembelajaran," pungkasnya.

Baca juga:
Mendagri: Kalau KPK OTT, Sudah Cukup Alat Bukti. Tak Perlu Diperdebatkan
Dilemahkan Lewat UU Baru, Ini Pembuktian KPK Korupsi Masih Masif di Indonesia
Mendagri: Baru Saya Katakan OTT Indramayu Terakhir, Pagi Ini Walkot Medan Terjaring
Bupati Indramayu Supendi Jadi Kepala Daerah ke-48 yang Ditangkap KPK
'Mangga Manis' Kode Suap Bupati Indramayu Supendi
Terjaring OTT, Bupati Indramayu Dijebloskan ke Tahanan KPK
Ekspresi Penyuap Bupati Indramayu Saat Ditahan KPK

(mdk/gil)