Kenangan Jenaka Sutopo, Deklarasi Gabung 'FBI' Bareng Jenderal Mulyono

PERISTIWA | 7 Juli 2019 11:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kabar wafatnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjadi trending topic di Twitter. Sutopo meninggal dunia pada usia 49 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru stadium akhir pada Minggu (7/7) di Guangzhou, China pukul 02.00 WIB.

Semasa hidupnya, Sutopo dikenal sebagai sosok yang siap membantu dan jenaka, serta aktif di media sosial. Saat ucapan Prabowo Subianto soal tampang boyolali sempat viral, Sutopo pun turut memberikan tanggapannya di akun Twitter pribadinya @Sutopo_PN.

Dengan tegas dia menyatakan bangga menjadi orang asli Boyolali. Sutopo juga turut mengunggah foto dirinya bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat kala itu, Jenderal Mulyono yang juga kelahiran Boyolali.

Dalam keterangan fotonya, Sutopo menjelaskan bahwa dia dan Mulyono sama-sama berasal dari SMA 1 Boyolali.

"Bangganya bisa berfoto bareng sama Pak Jenderal Mulyono (KSAD). Sama-sama alumni SMA 1 Boyolali. Sama-sama pernah mengalami prihatin saat sekolah. Sekarang kita tergabung dalam FBI=Forum Boyolali Indonesia. Dari Boyolali untuk Indonesia dan dunia. Mohon tidak diplintir" cuit Sutopo di Twitter pada 3 November 2018.

Sutopo lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 7 Oktober 1969. Kabar meninggalnya Sutopo menjadi duka cita yang mendalam pada banyak masyarakat Indonesia serta mancanegara. Sebab, meski dalam keadaan sakit, Sutopo tetap berdedikasi menginformasikan tentang bencana alam yang terjadi di Indonesia.

Sutopo wafat saat menjalani pengobatan kanker paru yang dideritanya sejak awal 2018. Ia meninggalkan Tanah Air untuk menjalani pengobatan kanker paru-paru stadium lanjut di Guangzhou, pada 15 Juni 2019.

Sutopo Purwo Nugroho yang divonis kanker paru stadium empat saat pertama kali mengetahui penyakitnya mengaku kaget karena dirinya bukan perokok dan telah menjaga pola makan sehat.

Dalam beberapa unggahan foto di akun media sosial Instagram miliknya, Sutopo juga sering menceritakan bahwa penyakit kanker yang dideritanya terasa sangat menyakitkan.

"Sakit kanker yang sudah metastase ke tulang itu sakitnya luar biasa. Nyeri terus menerus dan di banyak sendi. Diberi morfin tidak mempan menahan sakit," tulis Sutopo pada unggahan foto di Instagram miliknya pada 9 Juni 2019.

Pada unggahan foto selanjutnya, yaitu unggahan foto terakhir di Instagram pribadinya, Sutopo mengunggah video sedang berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam keterangan fotonya dia memohon pamit untuk pergi berobat ke Guangzhou China pada 15 Juni 2019. Di keterangan foto tersebut Sutopo kembali menyampaikan bahwa kanker yang sudah menyebar terasa amat sakit.

"Hari ini saya ke Guangzho untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh lain. Kondisinya sangat menyakitkan sekali," tulis Sutopo Purwo Nugroho.

Reporter:Ratu Annisaa Suryasumirat (mdk/ray)

Baca juga:
Jenazah Sutopo Diterbangkan dari Guangzhou China Sore Ini
Jenazah Sutopo Purwo Nugroho akan Dimakamkan di Boyolali
Polri Sampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho
Kemlu: Jenazah Sutopo Akan Dipulangkan ke Tanah Air Secepatnya
Cerita Sutopo Ngebet Bertemu Jokowi dan Kekagumannya pada Habibie Hingga SBY

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.