Kenangan Menristek: Presiden Tahan Lapar, Menterinya Enggak Tahan Lapar

PERISTIWA | 19 Oktober 2019 21:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Masa jabatan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir sebentar lagi selesai. Dia pun mengungkapkan beberapa kenangan uniknya menjadi pembantu presiden selama lima tahun bertugas.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) seringkali lupa makan siang karena sibuk bekerja. Hal ini dialaminya saat menemani Jokowi berkunjung ke daerah.

"Itu ada keunikan tuh, karena Pak Presiden kan tahan lapar. Menterinya enggak tahan lapar. Pada suatu saat kunjungan daerah di Sulawesi Tengah, pas acara selesai berkunjung ke pelabuhan, ada dua tempat kita berkunjung," tutur Nasir di kediamannya di Jalan Widya Chandra, Senayan, Jakarta, Sabtu (19/10).

Saat mendekati jam satu siang, Nasir pun heran karena Jokowi tak kunjung juga makan siang. Jokowi malah lanjut melakukan kunjungan ke daerah lain.

"Selesai acara jam 2, saya pikir keluar langsung makan, lah malah berkunjung lagi. Ini jangan-jangan (presiden) lupa makan ya," lanjut Nasir sembari tertawa.

Tak hanya itu, Nasir juga memiliki pengalaman unik bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat bertugas di Kazakhstan. Saat itu, dia berkesempatan untuk menaiki Pesawat Kepresidenan Indonesia berkat instruksi dari JK.

"Setelah di jalan, Pak Wapres (bilang) 'Pak Menteri kembali ke Jakarta bawa pesawat ini saya langsung ke Amerika, jadi Pak Menteri untuk memimpin delegasi'. (Naiknya) yang pesawat presiden itu, yang warna biru,” kata Nasir.

"Jadi saya membawa pemimpin delegasi, jadi kayak presiden, haha. Ya ini kenangan, tetapi rasanya punya pengalaman lah. Jadi pesawat kepresidenan pernah sekali lah (naik) buat memimpin delegasi," imbuhnya.

Nasir menambahkan, dia tak berharap muluk-muluk akan dipilih lagi jadi menteri. Yang penting, dia tetap ingin bisa bekerja untuk memajukan negara dan siap bila ditunjuk oleh Jokowi, apapun posisinya.

"Ya semua tergantung perintah, kami akan laksanakan semuanya," ucap Nasir.

"Kalau saya mengabdi tuh di manapun lah. Enggak ada milih, yang ada bagaimana memajukan negara. Saya itu passion memang sejak dulu saya bekerja sebagai konsultan, sebagai dosen," lanjut dia.

Meski begitu, Nasir mengaku bahwa banyak juga duka selama menjadi menteri. Dia jadi jarang bertemu dengan keluarga.

"Saking enggak pernah ketemu anak, bahkan anak saya yang ikut saya (untuk) kuliah di Jakarta mulai masuk sampai lulus enggak pernah saya antar sekolah. Enggak pernah ketemu. Loh dek, sudah selesai ya sekolahnya?" tutur dia.

"Sampai anak saya kecelakaan, masuk rumah sakit, diantar ke rumah sakit, saya enggak bisa antarin. Saya minta rektor UNDIP tolong bantu masukkan rumah sakit proses rumah sakitnya, masuk kamar mana tuh. Saya pantau terus perkembangannya saja, tetapi enggak bisa dateng karena ada rapat kabinet dan lain-lain, baru besoknya," Nasir mengakhiri.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menko Polhukam: Jokowi Benar-benar Mendengar Suara Rakyat
Akhir Masa Tugas, Wiranto Bersyukur Jokowi Dipilih Kembali
Gerindra dan Demokrat Bergabung di Kabinet Jokowi, Ini Kata Akbar Tandjung
Jelang Purna Tugas, Sejumlah Menteri Mulai Berkemas dari Rumah Dinas
5 Tahun Menteri, Nasir Ungkap Upayanya Perbaiki Sistem Birokrasi di Kemenristekdikti

(mdk/eko)