Kepala BNN Akui Pengawasan Lemah, Napi Narkoba Akan Membandel

PERISTIWA | 14 Mei 2019 21:02 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kasus penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) masih terus terjadi. Para narapidana yang sudah divonis palu hakim tidak jera. Jeruji besi seakan tidak mematikan bisnis barang haram mereka.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko mengakui hampir seluruh Lapas di Indonesia terindikasi ada jaringan narkotika yang dilakukan oleh narapidana.

"Hampir semua yang ada napi narkobanya yang ketika membandel. Kalau pengawasan yang tidak kuat mereka masih mengoperasikan," kata Heru saat ditemui di Denpasar, Bali, Selasa (14/5).

Meski demikian, ia klaim sudah memperbaiki sistem dan terbukti dalam pengungkapan kasus jaringan narkotika di Lapas Cirebon, Jawa Barat.

"Untuk jaringan di Lapas kami sudah perbaikan sistem dan kita dapat juga kayak kemarin yang lebih kurang 200 kg yang dikendalikan oleh Lapas di Cirebon. Ini juga menjadi atensi kita dengan Dirjenpas," imbuhnya.

Perbaikan sistem di Lapas, kata Heru, masih terus dilakukan agar upaya-upaya jaringan narkotika di Lapas bisa dikurangi.

"Kita juga sudah ada fasilitas maksimum yaitu security maksimum yang ada di Nusa Kambangan dan juga di Bali ini ada Lapas khusus narkoba di daerah Bangli dan ini yang harus kita fokuskan. Supaya yang dioperatorkan di dalam Lapas ini bisa kita kurangi," ujarnya.

Baca juga:
Kasus 2 Narapidana Nyabu, Dirjen PAS Didesak Copot Kalapas Samarinda
Cerita Sipir Bertaruh Nyawa Berantas Narkoba di Rutan Siak
BNN Sebut Bisnis Narkoba di Bekasi Dikendalikan Jaringan Napi
BNNP Sumut Musnahkan 18,5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
Narapidana Lapas Kerobokan Ketahuan Sembunyikan Sabu di Saku Celana
2 Narapidana Lapas Madiun Terlibat Jaringan Penyelundupan 4,2 Kg Sabu

(mdk/rhm)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com